Muhammadiyah Geram DKM Usir Jemaah Bermasker, Bandingkan dengan Mekah


Popnesia.comPengurus Masjid Al Amanah, Bekasi, viral gara-gara melarang dan mengusir jemaah yang menggunakan masker. PP Muhammadiyah meminta pengurus masjid tak mengusir atau melarang jemaah yang memakai masker selama pandemi Corona.

"Jadi terbalik, seharusnya orang yang tidak pakai masker yang dilarang. Saya kira jangan mengusir orang yang masuk ke masjid kecuali orang itu membahayakan keselamatan jiwa, keselamatan barang-barang masjid, orang gila," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

"Jangan sampai melarang orang (pakai masker), jadi terbalik. Protokol kesehatan itu ikhtiar," sambungnya.

"Jadi kalau orang pakai masker masuk masjid justru bagus yang dianjurkan, di Mekah juga pakai masker, di Madinah juga pakai masker di pusat Islam. Kenapa ini kok diusir? Jadi aneh juga ya," kata dia.Dadang mengatakan memakai masker selama pandemi Corona dianjurkan. Aturan menggunakan masker, kata dia, juga berlaku di Mekah dan Madinah.

Dadang menekankan umat Islam perlu melaksanakan protokol kesehatan saat beribadah. Dalam keadaan darurat, kata Dadang, aturan beribadah bisa disesuaikan.

"Saya kira semua setuju sekarang para ulama itu baik MUI maupun semua, termasuk di Arab Saudi, di Turki di seluruh dunia sama bahwa kita perlu mempraktekkan protokol kesehatan dalam beribadah, pakai masker, jaga jarak, itu dalam keadaan darurat. Dalam keadaan darurat pun apapun bisa dilaksanakan, salat sambil berdiri, sambil berbaring itu bisa kalau darurat. Atau di rumah saja bisa, atau di masjid dengan protokol kesehatan," kata dia.

Sebelumnya, video yang menunjukkan seorang jemaah dilarang memakai masker di dalam masjid di Bekasi viral di media sosial. Kasus ini disebut polisi berakhir damai

Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat mengatakan peristiwa jemaah masjid di Bekasi dilarang menggunakan masker terjadi pada 27 April 2021 di Masjid Al Amanah Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, kejadian itu sudah dilakukan mediasi dengan pengurus DKM Masjid.

Ketika itu korban bersama keluarganya hendak salat zuhur. Namun pengurus masjid melarang menggunakan menggunakan masker saat berada di dalam masjid.

"Ngusir Corona dengan doa. Doa ini bukan hanya pengusiran, tapi perangkulan. Siapa yang dirangkul? Sang Pencipta, makanya aku kuat untuk mengatakan tidak bermasker. Tapi kan pengertian orang dan keyakinan orang berbeda-beda," kata Ketua DKM Masjid Al Amanah Abdul Rahman.Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar telah mendatangi masjid tersebut. Pengurus DKM sepakat tak melarang penggunaan masker di masjid. Pihak DKM juga menjelaskan alasan melarang jemaah bermasker.

Abdul Rohman mengaku dia baru menyepakati anjuran untuk tidak melarang jemaah memakai masker di dalam masjid setelah viral. Kesepakatan itu ditandatangani olehnya dan sejumlah pihak.

"Sebelumnya rapat, setelah kejadian ini ada anjuran (tak larang pakai masker dan harus jaga jarak), tapi belum sampai (ke jemaah). Tapi itu udah ada bentuk tanda silang. Cuma saya menangnya gembiranya ada penanggung jawab, Kapolsek penanggung jawab, Kapolres penanggung jawab, Wakapolres penanggung jawab, Camat tanggung jawab, kiai ini (Ketua DMI Jabar) tanggung jawab dengan atur jarak. Berarti kita nggak sendirian kalau ditanya sama Yang Maha Kuasa. Kemarin-kemarin kan kita nggak, nggak mau kita sendiri," ucapnya.

(detik.com)

Subscribe to receive free email updates: