Khilaf Ayah-Anak yang 'Ngegas' ke Petugas Penyekatan di Sukabumi


 Popnesia.com - Penumpang mobil plat B marah dan memaki petugas penyekatan di perbatasan Sukabumi-Bogor pada Sabtu (15/5). Ayah dan anak itu 'ngegas' karena diputar balik oleh polisi saat akan memasuki Kabupaten Sukabumi.

Tidak butuh waktu lama, rekaman video berdurasi 23 detik tersebar di aplikasi perpesanan dan berbagai platform media sosial. Aksi keduanya disorot warganet. Akhirnya ayah dan anak itu menyambangi Mapolres Sukabumi untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

Mereka kompak menyampaikan permintaan maaf atas sikap dan ucapan yang tak pantas. "Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada institusi Polri. Saya sudah berkata kasar kepada anggotanya, insyaallah Briptu Fabio (petugas penyekatan) memaafkan saya," kata Hesti, di ruang Presisi Polres Sukabumi, Minggu (16/5).

Ia terlihat mengenakan pakaian motif batik, sementara sang ayah, Raminto, mengenakan kaus lengan panjang. Hesti mengaku apa yang dilakukannya itu sebuah kekhilafan.

Hesti berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Diketahui dalam video viral berdurasi 23 detik, Hestu menggunakan hijab biru dan berkacamata saat 'ngegas' kepada polisi.

"Saya menyadari perbuatan saya salah, hal tersebut karena khilaf. Semoga institusi Polri dan Briptu Febio memaafkan kami, kami berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut," ujar Hesti.

Ia terlihat mengenakan pakaian motif batik, sementara sang ayah, Raminto, mengenakan kaus lengan panjang. Hesti mengaku apa yang dilakukannya itu sebuah kekhilafan.

Hesti berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Diketahui dalam video viral berdurasi 23 detik, Hestu menggunakan hijab biru dan berkacamata saat 'ngegas' kepada polisi.

"Saya menyadari perbuatan saya salah, hal tersebut karena khilaf. Semoga institusi Polri dan Briptu Febio memaafkan kami, kami berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut," ujar Hesti.

Polisi merinci ada tiga pasal yang dilanggar antara lain UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Pasal 216 KUHP tentang tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU, kemudian Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan. "Atas perbuatannya itu ibu Hesti dan bapak Raminto menyadari perbuatan yang dilakukan sudah melanggar ketentuan hukum. Dengan itikad baik, ibu Hesti meminta maaf kepada petugas kepolisian atas nama Briptu Febio dan khususnya kepada kepolisian Republik Indonesia," ujarnya.

Dia mengapresiasi anggotanya yang telah melaksanakan tugas dengan baik. "Saya memberikan apresiasi kepada anggota saya yang melaksanakan tugas dengan baik dan menyayangkan kejadian tersebut," ucap Lukman.

(detik.com)

Subscribe to receive free email updates: