Hakim Cecar Slamet Maarif soal Agenda Habib Rizieq ke Megamendung Tersebar


 Popnesia.com - Majelis hakim mencecar Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif terkait agenda kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Tanah Air yang diumumkan di media sosial. Seperti apa?

Awalnya hakim bertanya ke Slamet dari mana dia mengetahui agenda Rizieq di pesantren yang berada di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Slamet mengaku tahu agenda Rizieq dari video yang sudah tersebar, video itu dibuat oleh HRS saat di Arab Saudi.

"Kan sudah beredar agenda beliau ketika di Tanah Air, bahwa beliau akan hadir, termasuk akan ke Megamendung," kata Slamet di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Kamis (6/5/2021).

"Termasuk yang mau ke Tebet, terus di Petamburan itu?" tanya hakim dan diamini Slamet.

Slamet mengatakan acara Maulid Nabi di Petamburan itu adalah acara rutin setiap tahun FPI dan itu inisiatif dari Haris Ubaidillah. Untuk acara di pesantren Megamendung, Slamet menyebut itu bukan acara tahunan.

"Cuma untuk yang ke peletakan batu pertama (pesantren Megamendung) ini kan bukan acara tahunan, ini kan bisa tahun ini dibuat, bisa tahun depan di buat sesuai dengan ketersediaan dana," katanya.

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan acara pesantren hanya untuk internal FPI saat itu. Tetapi, pada acara itu ada Ustaz Abdul Somad (UAS). Slamet menegaskan UAS bukan pengurus FPI tetapi hanya tamu undangan.

"Ada UAS, mungkin karena ada UAS, dia tokoh, karena santri-santri yang beberapa itu, beberapa tamu undangan merapat ke depan. Saya mengira ingin mendengarkan Ustaz Somad tausyiah. Santri juga ingatkan jaga jarak. Kemuadian UAS tausyiah lalu peletakan batu pertama," kata Slamet.

"Ada undangan?" tanya salah satu pengacara.

"Tidak ada hanya beberapa pengurus DPP diizinkan," kata Slamet.

"Itu kan acara internal pesantren. Itu spontan (masyarakat berkumpul di Gadog). Masuk pesantren dibatasi hanya 5 sampai 6 aja mobil rombongan Habib, termasuk saya dan beberapa tamu Habib," kata Sabri.Selain itu, saksi lainnya yakni KH Ahmad Sabri Lubis, menyebut keramaian massa di Bogor mulai dari simpang Gadog, Jawa Barat, hingga mendekati pesantren itu adalah tindakan spontan masyarakat. Menurut Sabri, ketika sudah berada di pesantren orang yang datang dibatasi.

enurut Sabri, masyarakat yang memang ingin menyambut menyambut kedatangan Rizieq. Dia menegaskan tidak ada panitia atau orang yang mengarahkan warga untuk berkerumun saat itu.

"(Warga menyambut Rizieq) karena cinta. Sepanjang jalan ada tulis selamat datang Habib, sepanjang jalan ada bawa anaknya, ada foto-foto Habib. Itu nggak ada panitia, spontan memang masyarakat datang," tegasnya.


Dari kursi terdakwa Habib Rizieq Shihab menanggapi terkait agenda kepulangan yang dikatakan Slamet. Rizieq menjelaskan agenda itu bersifat informasi, tidak mengajak masyarakat untuk hadir dalam acara itu.Tanggapan Habib Rizeq

"Tentang yang beliau (Slamet) lihat pengumuman agenda saya dari Mekah, jadi memang beberapa hari sebelum pulang ada rekaman video, saya sampaikan agenda kepulangan. Jadi tanggal 10 pulang ke Jakarta, 11-12 istirahat di rumah, 13 ada peletakan batu pertama," tutur Rizieq.

"Jadi saya ingin menjelaskan takut kabur dia punya makna, jadi memang sehari atau dua hari sebelum saya pulang ada rekaman suara itu setelah KH Sabri hubungi saya tentang rencana maulid, tentang usulan pernikahan dan sebagainya," imbuhnya.

Subscribe to receive free email updates: