Banjir Kecaman untuk Ulah Remaja Masjid Tarik Masker Jemaah, Ini Kata Kemenkes dan Ali Ngabalin.

 


Popnesia.com
Sikap kasar remaja Masjid Al Amanah, Medan Satria, Kota Bekasi yang membentak-bentak hingga menarik paksa masker seorang jemaah, Roni Oktavian, tuai kecaman. Banyak pihak yang meminta agar remaja tersebut ditindak tegas.

Sikap kasar remaja masjid itu terungkap usai kasus jemaah Masjid Al Amanah dilarang bermasker disorot berbagai pihak. Video yang menunjukkan sikap kasar remaja masjid itu kemudian beredar dan dibagikan akun Twitter @kurawa.

Akun @kurawa mengunggah utas yang menceritakan pertemuannya dengan Roni Oktavian. Di unggahan nomor 12, dia menyertakan video masker Roni Oktavian direbut pemuda berbaju merah yang disebut bernama Nawir. Keduanya terlibat ketegangan terlebih dahulu.

"Mau lu apa? Buka masker apa susahnya!" kata pemuda yang disebut bernama Nawir itu sembari menunjuk-nunjuk Roni.

"Lu percaya nggak ama Al-Qur'an, gua tanya, lu percaya nggak sama ayat Qur'an?" cecar Nawir.

Namun Nawir tetap membentak-bentak Roni. Nawir kembali menunjuk-nunjuk Roni.Di tengah keributan itu, ada pemuda berbaju batik lengan pendek dengan tas di dadanya yang mencoba menengahi. Masker sempat menggantung di dagu pria itu. Dia menahan Nawir yang terus maju ke arah Roni Oktavian.

"Mau lu apa? Kalo lu nggak mau keluar, lu ikutin peraturan di sini!" ujar Roni.

Roni Oktavian sempat menjawab Nawir. Sejurus kemudian, Nawir bereaksi dengan menarik dan membanting masker Roni. Roni yang dari tadi duduk, kemudian bangkit namun dia ditenangkan wanita di dalam video itu.

Kecaman kemudian datang dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). DMI pun menilai remaja yang bersikap kasar tersebut perlu ditindak tegas.

"Menurut saya, di tengah situasi yang sangat sulit ini kasus melonjak harus ada tindakan tegas dong, biar jadi pembelajaran," kata Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid DMI, Muhammad Arief Rosyid Hasan, saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Hal senada juga disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin. Ngabalin meminta DKM Al Amanah di Bekasi yang melarang jemaah memakai masker agar dipidana.

"Untuk pembelajaran pada yang lain di masa-masa pandemi harusnya DKM Al-Amanah dipidana. Boleh jadi DKM yang terpapar seperti ini banyak di negeri kita, DMI harus bekerja keras & awasi dengan ketat karena DKM yang ginian menjadi sumber penyebaran kebencian pada pemerintah dan negara," tulis Ngabalin lewat akun Twitter @AliNgabalinNew, Selasa (4/5/2021). Ejaan cuitan Ngabalin telah disesuaikan.

PP Muhammadiyah juga ikut mengecam sikap kasar remaja masjid di Bekasi itu. Muhammadiyah meminta pengurus masjid tidak semena-mena kepada jemaah.

"Jangan semena-mena, apalagi itu melanggar aturan kan. Orang pakai masker itu sesuai yang sesuai aturan, yang tidak pakai masker tidak sesuai aturan zaman sekarang," kata Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad kepada wartawan.

"Pertama sangat disesalkan adanya kejadian itu, karena itu tidak sesuai dengan prinsip puasa. Puasa itu kan menahan diri bukan hanya makan, minum, tapi juga emosi kan, apalagi di dalam masjid. Harusnya para takmir masjid paham betul tentang etika amar ma'ruf nahi mungkar. Jika mengingatkan itu ada etikanya, enggak mencak-mencak seperti itu," kata HNW kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).Kecaman juga datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid atau HNW. HNW menilai remaja masjid tersebut telah mempertontonkan kemungkaran.

Sementara, PKB menilai tindakan kasar remaja masjid tersebut harus menjadi evaluasi Kementerian Agama (Kemenag) dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Tindakan pengusiran oleh pengurus DKM ke jemaah memakai masker itu tentu sangat disayangkan, ini harus menjadi evaluasi dari Kementerian Agama dan ormas soal pentingnya memberikan bimbingan kepada pengurus masjid," kata Sekretaris Majelis Syuro PKB Maman Imanulhaq.

Kesehatan (Kemenkes) juga turut buka suara atas sikap kasar remaja masjid itu. Kemenkes meminta pengurus masjid menaati aturan saat pandemi Corona.

"Ini kemarin sudah ditangani Satgas Kota Bekasi untuk mengingatkan pengurus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi.

(detik.com)

Subscribe to receive free email updates: