Fadli Zon Kritik Jokowi soal Reshuffle: Cari yang Profesional, Jangan Karena Parpol, Ali Ngabalin Balas Kritik Fadli Zon Berikut.

 


Popnesia.com - Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon mengatakan reshuffle kabinet menteri sebuah bentuk intervensi. Dia berharap jika reshuffle dilakukan, maka orang-orang yang ditunjuk sebagai menteri berlatarbelakang profesional, bukan politik.

"Reshuffle ini kan juga suatu intervensi. Menurut saya yang penting mengkaji apa yang menjadi masalah. Menurut saya masalah kita ini ekonomi dan kesehatan, itu yang paling utama. Kalau ada hal-hal lain mestinya dipikirkan dulu sebelum melakukan intervensi," kata Fadli dalam diskusi daring bertajuk Jangan Pegel Nunggu Reshuffle, Sabtu (24/4/2021).

"Salah lagi kok ini nggak jalan lagi, jadi jangan trail and error, jangan mencoba-coba, cari orang yang betul-betul profesional di bidangnya bukan juga tergantung pada partai politik gitu," sambung dia.

Fadli Zon menuturkan Presiden Jokowi perlu dibantu oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Sehingga persoalan-persoalan yang menjadi prioritas saat ini bisa segera diselesaikan.

"Sebenarnya Presiden ini harus dibantu di dalam memikirkan ini, karena orang yang pintar sekalipun, itu sangat ditentukan oleh orang yang berada di sekelilingnya dan itu menurut saya sangat penting untuk memikirkan sebenarnya apa yang dibutuhkan mengatasi persoalan-persoalan, dan persoalan apa dulu yang mau diselesaikan supaya jangan salah melakukan intervensi," tuturnya.

Lebih lanjut Fadli Zon mengatakan semakin banyak menteri yang sesuai dan berkompeten di bidangnya, akan semakin memudahkan pekerjaan Presiden Jokowi. Sebaliknya, jika tak sesuai bisa menjadi beban pemerintah.

"Lebih bagus mencari orang-orang terbaik di bidangnya itu menurut saya yang penting. Menteri ini kan pembantu Presiden, semakin banyak orang profesional di bidangnya, sebenarnya kerja Presiden semakin mudah. Semakin banyak orang yang cuma coba-coba trail and eror itu akan menjadi beban bagi Presiden dan pemerintahan sendiri," imbuhnya.

Setelahnya, isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju jilid 2 mengemuka. Di reshuffle pertama pada Desember 2020, Jokowi merombak ulang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Sosial, Menteri Pariwisata, Menteri Agama, Menteri Perdagangan, serta Menteri Kesehatan.Seperti diketahui, Isu reshuffle ini muncul setelah Jokowi meleburkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Ristek (Kemenristek) menjadi satu serta membentuk Kementerian Investasi. Penggabungan Kemendikbud-Ristek dan pembentukan Kementerian Investasi disepakati Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna 9 April 2021.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut Jokowi dalam waktu dekat akan melantik dua menteri di Kementerian Investasi dan Kemendikbud-Ristek. Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di akun Twitter, Rabu (14/4/). Namun Ngabalin tidak mengetahui pasti apakah ada menteri baru lain yang juga akan dilantik.

"Presiden insyaallah akan melantik menteri baru (1) Menteri Dikbud/Ristek (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. Adakah menteri-menteri lain yang akan dilantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja. #KabinetIndonesiaMaju," tulis Ngabalin

(detik.com)

Subscribe to receive free email updates: