Didakwa Aniaya Sopir Taksi Online, Habib Bahar Bicara Perdamaian

 


Popnesia.com
 - Habib Bahar bin Smith didakwa menganiaya sopir taksi online bernama Andriansyah. Menanggapi soal dakwaan itu, Bahar tetap kekeuh kasusnya sudah berdamai.

Hal itu diungkapkan Bahar usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (6/4/2021). Bahar yang mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Gunung Sindur lalu ditanya hakim Surachmat menanggapi dakwaan itu.

Alih-alih menanggapi, Bahar justru berbicara mengenai peraturan kejaksaan nomor 15 tahun 2020 yang intinya jaksa menghentikan penuntutan terhadap terdakwa apabila pihak-pihak yang terlibat sudah sepakat berdamai.

"Jadi majelis hakim yang mulia setelah saya membaca surat dakwaan yang diberikan oleh jaksa. Tetapi majelis hakim di dalam Undang-Undang Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang pergantian tuntutan," kata Bahar.

Majelis hakim lantas memotong dan meminta Bahar untuk tidak memberikan tanggapan berupa jawaban. Hakim lantas mempersilakan Bahar bila tak terima dengan dakwaan mengajukan eksepsi.

"Saya tidak eksepsi, tapi saya bingung perkara diteruskan. Peradilan restorative justice korban keluarga dan pihak lain mencari penyelesaian pada keadaan semua kemudian dicabut atau ditarik kembali di luar pengadilan. Adanya perdamaian korban, tersangka mengganti kerugian korban setelah upaya perdamaian diterima untuk diteruskan kepada kepala kejaksaan tinggi. Dalam proses perdamaian, Jaksa harusnya berperan sebagai fasilitator. Harusnya jaksa fasilitator karena ada perdamaian, ganti rugi," tutur Bahar menambahkan.

"Makanya saya bingung, kenapa masih dilanjutkan diteruskan. Harusnya jaksa menjadi mediator bukan penuntut," kata dia menambahkan.

Hakim lantas mempersilakan kuasa hukum Bahar menanggapi. Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Bahar, dalam sidang pun menyebutkan bila sudah ada perdamaian antara Bahar dan Andriansyah.

"Memang dari awal sudah ada perdamaian tertulis, ada dua alat bukti tertulis dan keterangan saksi baik itu perdamaian pencabutan laporan dan kompensasi sudah diterima. Kami sudah menyerahkan berkas itu di tingkat kepolisian dan kejaksaan makanya klien kami bingung gitu menyampaikan. Karena selama ini berdamai tidak ada apa-apa. Bahkan nanti kalau Jaksa hadirkan korban, silakan langsung," tutur Ichwan.

"Terkait apa ya g disampaikan Habib Bahar maupun penasihat hukumnya telah ada perdamaian, namun kami Penuntut Umum berpendapat harus ada kepastian, makanya dilakukan proses persidangan. (Perdamaian) kami pertimbangkan dalam proses penuntutan," kata Suharja.Hakim juga kemudian meminta Jaksa menanggapi secara lisan terkait perdamaian ini. Jaksa Kejati, Suharja kemudian berujar bila perdamaian ini nantinya akan masuk di pertimbangan saat penuntutan.

"Jadi untuk menjadi jelas, benar atau tidak (perbuatan yang didakwakan), kami perlu mendengar apakah kejadiannya benar seperti itu atau ada hal lain," kata Hakim menanggapi.

"Saya berharap yang mulia memutuskan seadil-adilnya," ucap Bahar menimpali.

"Insyaallah. Tapi kami belum tentu memuaskan semua orang. Keadilan itu berada di mana nanti kita bicara setelah dengarkan saksi-saksi," kata hakim menjawab Bahar.


Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith kembali terjerat kasus dugaan penganiayaan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar atas kasus penganiayaan. Kasus dugaan penganiayaan itu dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada tahun 2018 ke Polda Jabar. Belakangan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabat menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka.Sidang pun ditutup. Jaksa rencananya akan menghadirkan saksi-saksi pada sidang lanjutan yang akan digelar pekan depan.

Perbuatan Bahar ini mengakibatkan korban mengalami luka. Dalam persidangan, Bahar didakwa dengan pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan jo Pasal 55.

(detik.com)

Subscribe to receive free email updates: