Anies Usul Kota Tua Jadi Batavia, PDIP Kritik : Anies Masih Sibuk Hal Remeh - Temeh

 


Popnesia.comGubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengusulkan nama kawasan Kota Tua diubah menjadi Batavia. Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan Anies hanya sibuk mengurusi hal yang remeh-temeh.

"Kita memilih gubenur untuk bekerja melakukan hal-hal yang strategis. Saya belum melihat Bung Anies melakukan hal-hal yang strategis, seperti janjinya. Dia sibuk denga hal remeh-temeh," ujar Gilbert kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Gilbert mengatakan tak ada suatu hal yang mengagumkan dari kinerja Anies yang mengusulkan mengubah nama Kota Tua menjadi Batavia. Menurutnya, harus ada dasar yang kuat dalam mengubah nama suatu kawasan.

"Saya tidak melihat ada yang mengagumkan pembangunan Kota Tua sebagai dasar mengubah namanya. Tentu mengubah itu ada dasarnya seorang pejabat incumbent," katanya.

"Kesan kuat yang muncul adalah pengalihan isu, banyaknya masalah yang muncul akibat kebijakannya, dan tidak ada penjelasan apalagi penyelesaian," imbuhnya.

Usulan perubahan nama Kota Tua menjadi Batavia itu disampaikan Anies Baswedan saat menghadiri acara penandatangan perjanjian pokok tentang pembentukan perusahaan patungan pengelola kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa, Rabu (28/4/2021). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, serta Menparekraf Sandiaga Uno.

"Mungkin kita perlu mempertimbangkan untuk menamai kawasan ini sebagaimana dulu dinamai, seperti yang tertulis di belakang ini, Batavia," kata Anies Baswedan

Mantan Mendikbud itu menyampaikan sejak dahulu kawasan Kota Tua identik dengan sebutan 'Batavia', baik secara langsung maupun melalui mesin pencarian Google. Kendati demikian, Anies menyerahkan tim joint venture untuk melakukan kajian lanjutan.

"Begitu kita menyebut Kota Tua, kita akan ketemu banyak sekali kota tua, tapi ini semua nanti kita minta para ahli dan tim joint venture pertimbangkan penamaan dari seluruh kawasan ini dari mulai Sunda Kelapa sampai Batavia. Dengan begitu nanti kita akan punya satu karakter tersendiri," ucapnya.

Ke depannya, Anies juga berharap kerja sama ini mampu membangun Kota Tua menjadi kawasan bersejarah sekaligus pusat perekonomian. Untuk itulah, pengembangan Kota Tua ini akan berorientasi masa depan dengan tetap mengangkat nilai kebudayaan.

"Kalau bisa dibilang kuno tapi modern dan dinamis," ujarnya.

"Kita tidak ingin menjadikan Kota Tua semata-mata sebagai destinasi wisata tapi kita ingin menjadi ekosistem ekonomi yang dinamis, yang menarik untuk orang berkarya dan ada kehidupan di Kota Tua. Kehidupan yang menang itulah yang mendatangkan orang untuk datang ke tempat ini," kata Anies.

(detik.com)

.

Subscribe to receive free email updates: