Kronologi Subuh Berdarah di Kafe RM Cengkareng

Popnesia.com - Suara letusan itu terdengar dari Kafe RM di Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis, 25 Februari 2021 sekitar pukul 04.00 WIB.
Setelah suara letusan terdengar, pengunjung kafe itu berhamburan keluar. "Ada tembakan, sampai para pengunjung perempuan di dalam dibawa keluar," ujar seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Seperti hari biasanya, kafe itu menurut sang pedagang tadi buka hingga dini hari. Meski saat ini masih berlangsung pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM karena wabah Covid-19, kafe tersebut tetap buka dengan pengunjung yang cukup ramai.

Salah satu pengunjung itu adalah seorang anggota polisi berinisial CS berpangkat Brigadir Kepala atau Bripka. CS pada sekitar pukul 02.00 WIB mendatangi Kafe RM. Ia pun menenggak minuman keras di sana.
Hingga pukul 04.00 WIB, saat kafe akan tutup, CS kemudian membayar minuman di sana. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengungkapkan, diduga Bripka CS tak terima saat diberi tagihan sebesar Rp 3,3 juta setelah ia menenggak alkohol bersama temannya. "Pelaku tidak mau membayar," ujar Neta dalam keterangan tertulisnya.

Karena tak mau membayar, seorang anggota TNI AD yang menjaga kafe tersebut menegur CS. Keduanya pun cekcok mulut. "Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakkan kepada ketiga korban secara bergantian," ujar Neta.

Selain anggota TNI AD berinisial S yang ditembak, Bripka CS juga mengarahkan pelatuk senjatanya ke dua orang lainnya yang merupakan pegawai kafe berinisial FSS dan M. Adapun seorang lainnya, terluka dan masih dirawat di RS Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengakui ada cekcok soal pembayaran sebelum peristiwa penembakan itu terjadi. "Tadi kan sudah saya bilang, masalah saat membayar, terjadi cekcok karena tidak menermua sehingga pelaku mengeluarkan senjata api," ujar Yusri kemarin.

Kapolda Minta Maaf

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran memohon maaf atas peristiwa penembakan yang dilakukan anak buahnya. Ia berjanji akan membawa kasus ini ke ranah pidana dan juga etik.

"Tersangka akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," kata Fadil di kantornya, Kamis, 25 Februari 2021.

Untuk ranah pidana, kata Fadil, penyidik telah mengantongi dua alat bukti. Bripka CS kemudian ditetapkan sebagai tersangka dengan jerat Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.
"Sebagai Kapolda Metro Jaya, atasan dari tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD," ujar Fadil.
Ia pun berjanji akan maksimal membantu keluarga korban penembakan di Cengkareng itu. Fadil pun mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kodam Jaya dan Pangkostrad terkait insiden tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam Jaya selaku penanggung jawab keamanan garnisun Ibu Kota. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pangkostrad sebagai atasan korban," ujar Fadil.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurrahman telah memerintahkan jajarannya untuk mengawal kasus penembakan yang menewaskan satu prajurit TNI AD dengan jalur hukum. Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letnan Kolonel Herwin Budi Saputra.

"Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di Ibu Kota," kata Herwin di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Februari 2021.

Telegram Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengeluarkan telegram setelah peristiwa berdarah di Cengkareng itu terjadi. Ia memerintahkan agar proses peminjaman senjata api diperketat. Senjata hanya diperuntukkan bagi anggota yang memenuhi syarat dan tidak bermasalah, serta terus memperkuat pengawasan pengendalian dalam penggunaannya.
"Memerintahkan para kepala satuan wilayah dan pengemban fungsi Profesi dan Pengamanan untuk berkoordinasi dengan TNI setempat agar terus mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas, dan berkeadilan."
Kepolisian juga memberikan beasiswa pendidikan kepada 8 anak, tiga di antaranya adalah anak anggota TNI AD yang tewas ditembak polisi Bripka CS.Beasiswa ini adalah kerja sama dengan Master Trust Law Firm.
"Beasiswa pendidikan kita berikan kepada mereka sampai selesai S1, jika keluarga berkenan, kami berkeinginan untuk memberikan beasiswa pendidikan sampai dengan lulus S1 kepada seluruh putra dan putri yang menjadi korban insiden Cengkareng," kata Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Iman Imanudin.
(Tempo)

Subscribe to receive free email updates: