Dipaksa Berhubungan Badan Sesama Jenis, Warga Praya Nekat Melakukan Ini


Popnesia.com - Dua pelaku pembunuhan di Dusun Batu Lumbung, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang Lombok Tengah berhasil ditangkap polisi. Dari pengakuan salah seorang pelaku EB (inisial,red), aksi kejinya itu dilakukan lantaran dipaksa berhubungan badan sesama jenis.
“Saya kesal saja, karena korban menyukai saya. Dia (korban) itu bencong,” kilah EB di halaman Polres Loteng, Kamis (4/2).

Pria asal Desa Aikmual, Kecamatan Praya itu tidak sendirian. Dia melakukan aksinya bersama rekannya PA (inisial), warga Desa Jago.
Mereka berdua menghabisi korban dengan melukai leher korban menggunakan pisau jenis cutter. Kasus pembunuhan itu terjadi, Rabu (3/2) pukul 20.30 Wita di kediaman korban.

“Saya disuruh sodomi, tapi saya tidak mau. Kalau teman saya itu, sudah melakukannya,” ujarnya dihadapan Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho dan Kasatreskrim Polres Loteng AKP I Putu Agus Indra Permana.
Pria 20 tahun itu mengaku menyesal. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.

Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho menegaskan, untuk sementara waktu polisi masih menyimpulkan kasus pembunuhan berencana tersebut, bermotif ingin menguasai kekayaan yang dimiliki korban. Belum berkembang ke arah lain.

Kendati demikian, polisi akan melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. “Korban itu seorang pedagang dan tinggal sendiri di rumah,” beber Esty.

Kata dia, antara korban dan kedua pelaku sudah lama saling kenal. Kronologisnya, kedua pelaku datang ke rumah korban untuk pesta minuman keras. Tidak lama kemudian, korban tertidur. Kondisi seperti itu, membuat kedua pelaku langsung melancarkan niat jahatnya.
Mereka pun berbagi tugas. Ada yang bagian memegang kaki korban. Kemudian ada yang bertugas mengekesekusi sembari memegang tangan korban.

Setelah korban tewas, kedua pelaku langsung mengambil barang-barang milik korban. Yakni, uang tunai Rp 2,5 juta yang tersimpan di lemari.
Berikut tumpukan rokok yang kemudian dijual seharga Rp 2 juta. Lalu motor jenis Honda Scoopy, tiga unit handphone, 16 bungkus rokok, kondom, dan pisau cutter yang digunakan pelaku.
“Kedua pelaku kami kenai ancaman hukuman maksimal seumur hidup, atau penjara 20 tahun,” ancamnya.

Dia menekankan, kendati satu dari dua pelaku yang dimaksud masih di bawah umur, namun polisi tetap memberikan hukuman setimpal. “Ada lima saksi yang sudah kami periksa,” pungkas Esty. (Lombokpost)

Subscribe to receive free email updates: