Demokrat Minta Kader yang Dipecat Setop Bawa-bawa Nama Partai

Popnesia.com - Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat menegaskan kepada para kader yang dipecat sudah tak lagi terikat dengan partai. Anggota MTP Demokrat, Syarief Hasan mengatakan mereka juga tak lagi boleh menggunakan atau mengatasnamakan Partai Demokrat dalam setiap manuver politik yang dilakukan.

"Saya hanya mengingatkan bahwa kepada mereka yang telah dipecat untuk tidak lagi menggunakan atau mengatasnamakan Partai Demokrat lagi," kata Syarief dalam keterangannya, Sabtu (27/2).

Syarief juga mengingatkan bahwa pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) yang diusulkan oleh pihak yang mengatasnamakan pendiri Partai Demokrat adalah sikap yang bertentangan dengan organisasi. Bahkan, Syarief mengklaim bahwa tak semua pihak mendukung diselenggarakannya KLB tersebut.

Apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita yang lain, itu merupakan salah satu langkah yang melanggar organisasi forum komunikasi dan deklarator sendiri," tuturnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra juga menegaskan bahwa KLB bersifat inkonstitusional dan ilegal. Sebab, kata Herzaky, penyelenggaraan KLB itu tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

Dalam AD/ART itu, lanjutnya, disampaikan bahwa KLB hanya bisa diusulkan dengan dua cara. Pertama, diusulkan oleh majelis tinggi partai (MTP) yang ketuanya adalah Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jadi sudah cukup jelas bahwa syarat pertama tidak mungkin karena Pak SBY sudah menyampaikan di video bahwa beliau tidak mendukung KLB," ucap Herzaky.

Sedangkan cara kedua adalah diusulkan sekurang-kurangnya minimal 2/3 dari total DPD dan minimal setengah dari 514 DPC se-Indonesia, serta disetujui oleh ketua majelis tinggi partai.
"Jadi jelas, kalau tiba-tiba ada KLB sudah jelas inkonstitusional," kata Herzaky.
Sebelumnya, sebanyak tujuh kader Partai Demokrat dipecat. Mereka yaitu Marzuki Alie, Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

(Cnn)

Subscribe to receive free email updates: