Bukan Main! Pertamina Menang Banyak Untung Rp14 T Kala Pandemi, Ahok Sigap Bilang Begini

Popnesia.com - PT Pertamina (Persero) tampaknya melawan "pakem" kondisi perekonomian yang melemah akibat pandemi COVID-19. Sebab seperti diungkapkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, perusahaan migas itu malah mencatatkan laba besar hingga USD1 miliar atau setara Rp14 triliun pada 2020 kemarin.

"Pertamina berhasil membukukan keuntungan di atas USD1 miliar atau sekitar Rp14 triliun, di saat perusahaan-perusahaan migas dunia mengalami kerugian besar," tutur Nicke, Kamis (4/2). Namun Nicke tak menampik bahwa Pertamina pun mengalami triple shocks sebagai dampak dari pandemi COVID-19 sepanjang 2020 kemarin, meski akhirnya berhasil mencatatkan laba impresif.

Lantas apa kata sang Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok atas capaian perusahaan pelat merah tersebut? Ahok pun dengan gamblang mengapresiasi capaian kinerja perseroan, ditimpali dengan ucapan terimakasih kepada dewan direksi yang sudah bekerja keras mengusahakan prestasi tersebut.

"Berterima kasih kepada Dewan Direksi (atas capaian laba)," tegas Ahok, dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (5/2). Ahok juga mengapresiasi dewan direksi yang bisa bekerja sama sebaik mungkin dengan dewan komisaris, terutama dalam mengupayakan sejumlah penghematan di masa pandemi COVID-19.

"Berterima kasih kepada Dewan Direksi yang bekerja sama dengan baik dengan Dekom," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu. "Dalam melakukan penghematan di masa pandemi seperti ini."

Kembali kepada Nicke, lantas triple shocks seperti apa yang dihadapi oleh Pertamina sepanjang tahun 2020? Yang pertama adalah harga minyak yang sempat menyentuh titik terendah pada April-Mei 2020, bahkan harga minyak WTI sempat minus. Semua ini tentu saja imbas dari pandemi COVID-19.

Kemudian pemerintah juga menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan angka COVID-19, yang akhirnya mengurangi pula permintaan bahan bakar minyak secara nasional. Permintaan BBM ini bahkan sempat anjlok sampai rentang 25-50 persen karenanya.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga sempat melemah di awal pandemi sehingga akhirnya berdampak signifikan terhadap bisnis sektor energi. Namun demikian, Pertamina berupaya keras untuk mengusahakan pencapaian laba yang tinggi meski dihantam pandemi.

Seperti misalnya dengan meningkatkan produktivitas hulu migas dan kilang minyak. Kemudian, melakukan efisiensi pada semua bidang, termasuk memotong biaya operasi sampai 30 persen dan memprioritaskan untuk anggaran investasi. (Wowkeren)

Subscribe to receive free email updates: