Pagi Ini, Gempa M5,0 Guncang Majene Sulbar, BMKG Waspadai Akan Memicu Terjadi Hal Ini

Popnesia.com - Gempa berkekuatan Magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pagi ini.
"#Gempa Mag:5, 16/01/2021 06:32:55 (Pusat gempa di darat 20 km TimurLaut Majene)," demikian dilaporkan BMKG seperti dikutip merdeka.com di akun twitter @infoBMKG, Sabtu (16/1).
Dilaporkan, pusat gempa di kedalaman 10 Km. "Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Majene."
Sebelumnya, Gempa dahsyat mengguncang dua Kabupaten di Sulawesi Barat, Mamuju dan Majene pada Kamis (14/1) malam dan Jumat (15/1) pagi.

Kadis Info Sulbar, Safar menjelaskan, daerah yang paling terdampak gempa tersebut yakni di Kabupaten Mamuju. Hingga kini belum bisa dipastikan, berapa jumlah korban.
"Di Majene, Sulawesi Barat tapi dampaknya di Mamuju paling besar ini," jelas Safar dihubungi merdeka.com, Jumat (15/1).
Safar mengatakan, saat ini tim masih terus melakukan proses evakuasi. Banyak bangunan rumah warga, pemerintah bahkan rumah sakit rata dengan tanah. Oleh sebab itu, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan berapa korban jiwa dalam bencana alam tersebut.

"Kita belum bisa mendeteksi ini, karena masyarakat masih panik semua ini belum tahu. Ada beberapa emang kurang lebih 10 orang, tapi kan masih banyak korban ini. Karena hotel ini kita enggak tahu berapa korban. Hotel, gedung pemerintah juga begitu banyak, ada rumah sakit berapa yang roboh rata dengan tanah. Sehingga memang kondisi saat ini belum bisa diprediksi," jelas Safar lagi.

Sejumlah orang yang tak lagi memiliki rumah tinggal juga telah diberikan tempat untuk mengungsi sementara. Khawatir ada gempa susulan dalam peristiwa semalam.
Sebab, hingga pagi ini sekitar Pukul 08.00 WITA, gempa masih dirasakan warga.

“Sekitar jam 8 kurang lebih (gempa lagi),” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene melaporkan bangunan yang rusak di antaranya sebuah hotel dan kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkap pola sama yang terjadi antara pemicu Gempa Mamuju-Majene, Sulawesi Barat, dengan Gempa Lombok, NTB, 2018. Di Lombok, gempa kuat terjadi hingga lima kali.
Kesamaan pola atau mekanisme pemicu itu yang menyebabkan BMKG kini terus memantau dan menganalisis secara hati-hati setiap gempa susulan yang telah dan mungkin masih akan terjadi di Mamuju-Majene. "Masih terus kami waspadai jika akan terjadi gempa lebih besar lagi," katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi dan disiarkan secara nasional, Jumat petang, 15 Januari 2021.

Kewaspadaan di antaranya diarahkan untuk kemungkinan sumber gempa yang bakal bergeser ke laut dan menciptakan tsunami. Kemungkinan ini dijaga mengingat pesisir Majene juga pernah terjadi tsunami pada 1969.
"Masyarakat yang bermukim di wilayah Pesisir Majene perlu waspada jika merasakan gempa kuat agar segera menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan dini tsunami dari BMKG," katanya terpisah lewat akun pribadi di media sosial Twitter.
(Merdeka)

Subscribe to receive free email updates: