Kak Seto Ingatkan Hal Ini Soal Gempi

Popnesia.com - Pemerhati anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mewanti-wanti agar kasus video syur yang menjerat Gisella Anastasia tidak sampai meneror psikologis Gempi, buah hati Gisel dari hasil pernikahan dengan Gading Marten. Karena apabila hal ini terjadi, tumbuh kembang Gempi bisa terhambat.

Anak bisa tumbuh dengan baik di lingkungan yang kondusif. Yaitu lingkungan yang penuh dengan rasa aman, nyaman, bebas dari konflik, bebas dari kekerasan termasuk kekerasan psikologis yang dapat menyudutkan anak.

“Hanya dengan lingkungan yang kondusif anak anak bisa tumbuh, berkembang dan kelak menjadi anak yang menghasilkan prestasi,” tutur Kak Seto.

Salah satu caranya adalah dengan membatasi Gempi supaya tidak menonton atau membaca informasi yang bisa membuat ia sedih terkait kasus yang kini mendera ibunya. Kak Seto menyarankan untuk menjauhkan Gempi dari lingkungan yang bisa memojokkan atau bahkan melakukan kekerasan terhadap psikologis Gempi.

“Untuk melindungi anak, tidak dulu diberi akses dengan mudah dalam mengonsumsi berita. Sebisa mungkin ia tidak bermain di media sosial. Karena anak usia 5 tahun belum terlalu mengetahui duduk permasalahannya,” tuturnya.

Kak Seto juga meminta orang-orang tidak menghujat Gempi atas kesalahan yang dilakukan orang tuanya. Sebab Gempi tetap lah anak yang suci karena tidak mewarisi kesalahan orang tuanya.

“Anak tetap bersih, anak tetap bisa tumbuh berkembang dengan cara sehat meskipun orang tuanya melakukan kesalahan. Jadi semua pihak tolong melihat dengan cara yang bijak,” pintanya.
Dalam kesempatan itu Kak Seto juga berharap Gisel bisa memberikan penjelasan yang bisa diterima Gempi atas apa yang terjadi. Dijelaskan bahwa orang tua tidak terbebas dari kesalahan karena bisa saja orang tua tergelincir. Kak Seto berharap terjalin komunikasi dari hati ke hati antara Gisel dengan Gempi dan komunikasi dilakukan dua arah. “Bahkan orang tua bisa meminta maaf ke anak,” katanya.

Dengan adanya komunikasi dua arah,Gempi bisa mendapat penjelasan memadai dan bisa menanyakan hal-hal yang mengganjal di hatinya. Komunikasi ini diharapkan Gempi bisa mengambil pelajaran dari kasus yang terjadi pada orang tuanya. (Jawa pos)

Subscribe to receive free email updates: