MRS Buka Suara Tanggapi Penembakan 6 Laskar FPI


Popnesia.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya buka suara setelah 6 Laskar Pembela Islam terbaiknya tewas ditembak polisi di Tol Jakarta - Cikampek, beberapa waktu lalu.

Ia kembali menegaskan, bahwa sama sekali dirinya tidak pernah mengira sebelumnya tujuan mereka, yang Rizieq tahu para penembak itu adalah orang-orang jahat.

Seperti diketahui, polisi menembak mati enam orang yang diduga merupakan laskar khusus simpatisan Rizieq. Penindakan tegas itu dilakukan lantaran adanya penyerangan terhadap anggota Polri di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan dari peristiwa itu tidak ada anggota Polri yang terluka, namun empat orang pengikut Rizieq lain yang kabur dan masih dalam pengejaran.

Barang bukti yang diamankan berupa dua senjata api, peluru, sebilah katana, celurit dan beberapa senjata tajam lainnya. Polisi masih mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan simpatisan Habib Rizieq.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis membenarkan adanya peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap rombongan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dan keluarga. Dia mengaku, peristiwa itu terjadi di dekat pintu Tol Karawang Timur.

Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan dan membenarkan narasi keterangan dari pihak Front Pembela Islam (FPI).

"Kronologi yang sudah dibuat dan disebarluaskan oleh dewan pimpinan pusat Front Pembela Islam, saya memberikan kesaksian sebagai saksi korban pada saat kejadian bahwa isi keterangan pers itu benar," kata Habib Rizieq dalam rekaman suara yang dibagikan melalui channel Youtube Henri Official, Rabu (9/12/2020).

Imam besar FPI itu juga mengatakan kalau tidak satupun di antara para laskar pengawal dirinya mengetahui kalau mobil yang menguntit mereka adalah pihak kepolisian.

Ia mengatakan saat pengejaran itu berlangsung, laskar pengawal hanya berupaya melindungi mobil Rizieq Shihab dan keluarga dari kejaran sejumlah mobil tersebut.

"Tidak tahu kalau itu polisi. Kami tidak pernah menduga, mengira apalagi menuduh. Yang kami tahu mereka orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami. Jumlah mereka bukan satu dua tiga mobil. Banyak kali mobil saling salib berganiti," katanya.

Namun laskar FPI yang melakukan pengawalan terhadap Rizieq mampu menghalau mobil yang ingin menghentikan langkah mereka.

"Beraninya mereka (laskar FPI) tanpa senjata. Bahwa tuduhan kami dipersenjatai adalah fitnah besar, bohong besar. Tidak satupun pengawal kami dipersenjatai karena kami tidak pernah mengira kalau kami diperlakukan seperti itu," kata Rizieq.

Senin pagi, Rizieq menyebut pasukan FPI melakukan penelusuran untuk mencari enam pengawalnya itu. Dari pencarian ke jalan tol, rest area, Rumah Sakit, Rizieq menyebut hasilnya nihil.

"Para penyerang, para penyergap para penguntit, yang kami duga mereka semua adalah bajingan, penjahat yang ingin mencelakai kami akhirnya diakui sebagai bagian daripada penyelidikan Polda Metro Jaya," jelasnya.

Kepolisian diketahui menggelar konferensi pers pada Senin pagi mengenai kejadian itu. Rizieq menyebut jika polisi tak mengumumkannya, maka pihaknya tak pernah tahu siapa yang menembak pengawalnya.

"Kalau mereka menutup mulut, tidak pernah mengaku sampai kapan pun kami tidak pernah tahu, subahanallah hanya kalau mereka tutup seumur hidup pun kami tak pernah tahu," kata dia. (Indozone)

Subscribe to receive free email updates: