Kepala Dinas Pertanian Denpasar Gede Ambara Putra Meninggal

Popnesia.com - Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar Gede Ambara Putra meninggal dunia, Jumat (25/12/2020) pukul jam 05.30 Wita, di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali.
Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, Gede Ambara Putra meninggal karena penyakit jantung dan paru-paru serta positif Covid-19.
"Selain positif Covid-19 beliau memiliki penyakit bawaan yaitu pada jantung dan paru-paru," ungkapnya.

Sebelumnya Gede Ambara Putra telah menjalani rawat inap di RSUD Wangaya Denpasar hampir dua minggu.
Dia masuk ke rumah sakit pada Senin (7/12/2020) lalu.
Sementara saat ini Pemkot Denpasar masih menunggu jenazah yang sedang dilakukan observasi oleh pihak RSUD Wangaya Denpasar.

"Kami masih menunggu kapan hari baik kapan beliau bisa dikremasi. Kalau tidak salah beliau saat ini masih berumur 57 Tahun. Dan kalau tidak salah beliau sudah menjabat sebagai Kadis Pertanian Kota Denpasar selama 10 tahun. Coba nanti saya cek kembali datanya," tambahnya.
Dirawat di ICU
Berpulangnya Kadis Pertanian Kota Denpasar juga dibenarkan Plt Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar, dr Dewa Putu Alit ParWita.

dr Alit mengatakan saat ini RSUD Wangaya masih menunggu informasi selanjutnya dari pihak keluarga.

"Ya benar beliau meninggal pagi tadi pukul 05.30 Wita. Dan untuk saat ini jenazah beliau masih di RSUD Wangaya. Kami masih menunggu informasi selanjutnya dari pihak keluarga," jelasnya, Jumat (25/12/2020).

Diketahui Gede Ambara Putra positif Covid-19 dengan memiliki riwayat penyakit jantung.
Sudah hampir dua minggu Gede Ambara Putra dirawat di RSUD Wangaya Kota Denpasar.

Ketika memasuki RSUD Wangaya pertama kali Gede Ambara Putra ditempatkan di ruang isolasi biasa.
Lalu dipindahkan ke ruang ICU pada Senin (14/12/2020) lalu.

"Beliau memiliki penyakit bawaan yaitu jantung dan terkonfirmasi positif Covid-19. Ketika memasuki RSUD Wangaya, beliau ditempatkan di ruang isolasi biasa. Lalu dipindahkan ke ruang ICU pada Senin (14/12/2020) lalu. Dikarenakan sesak napas dan agar mendapatkan perawatan lebih intensif," tambahnya. (Tribunnews)

Subscribe to receive free email updates: