Gibran Tolak Dikaitkan Dengan Korupsi Bansos COVID-19, Buka-Bukaan Soal Fakta Ini

Popnesia.com - Nama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mendadak terlibat dalam pusaran kasus korupsi bantuan sosial COVID-19. Kasus ini sendiri sebelumnya sudah menjegal Menteri Sosial nonaktif Juliari Batubara, bahkan terancam hukuman mati.

Gibran pun menolak dikaitkan dengan kasus tersebut, termasuk dalam tudingan merekomendasikan Sritex untuk memproduksi tas kain bansos. Gibran mengaku bahwa dirinya sebatas kenal dengan sang menteri nonaktif meski tak pernah bertemu.

"Ketemu saja saya tidak pernah. Hanya sebatas kenal saja," jelas Gibran, Senin (21/12). "Apalagi ikut campur masalah proyek bansos COVID-19 tidak pernah rekomendasikan bikin goodie bag ke PT Sritex."

Gibran pun mendorong seluruh pihak untuk meng-crosscheck ke data yang diperlukan. Termasuk perihal isu dana bansos mengalir untuk keperluan kampanyenya di Pemilihan Wali Kota Solo, yang disebut Gibran bisa dipastikan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Bendahara 2 DPC PDI Perjuangan Solo, Roro Indradi Sarwo Indah.

"Saya memastikan tidak ada yang ditutup-tutupi berkaitan dana kampanye Pilwalkot Solo," tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Gibran pun mengungkap rasa sesal lantaran berita tidak berdasar ini mencuat tanpa bukti yang jelas. Gibran juga mengaku tidak akan terlalu melibatkan sang ayah dalam masalah ini.

"Saya akan selesaikan sendiri, enggak sedikit-sedikit sama Bapak (Jokowi)," tutur Gibran, dilansir dari Kumparan. "Malam ini (Senin) saya telepon nanti."

"Enak aja menulis berita-berita enggak bener kayak gitu, enggak ada buktinya, sumber enggak jelas. Dibuktikan saja dan saya nggak takut," pungkasnya menegaskan.

Adalah investigasi Majalah Tempo yang pertama kali membahas perihal keterlibatan Gibran dalam pusaran aksi rasuah ini. Sejumlah pihak pun mendorong KPK untuk segera mendalami secara detail dan transparan kemungkinan keterlibatan Gibran.

Sementara itu, Majalah Tempo juga sempat melakukan penelusuran untuk mencari tahu pemanfaatan dana hasil rasuah sang menteri nonaktif. Berdasarkan investigasi, Majalah Tempo pun menduga uang hasil korupsi dipakai Juliari untuk menyewa jet pribadi sampai demi memenangkan calon kepala daerah. (Wowkeren)

Subscribe to receive free email updates: