Eksistensi Akun Medsos Milik Front Besutan MRS Satu Persatu Hilang, Twitter lalu Youtube

Popnesia.com - Front Pembela Islam (FPI) yang dibesut HRS dikenal aktif di medsos. Namun satu per satu akunnya rontok. 

Berdasarkan penelusuran SINDOnews di kanal YouTube Front TV, Jumat (4/12/2020), pukul 23.17 WIB, saluran resmi berbagi video FPI tersebut hanya bertulisan "This video is unavailable".

Akun channel Youtube milik Front Pembela Islam (FPI), yaitu Front TV tumbang alias hilang. Republika pada Jumat (4/12), sudah menelusuri akun tersebut di Youtube, namun tidak ditemukan sama sekali. Pun dengan video acara FPI lainnya yang tersimpan di Youtube ikut lenyap.

Beberapa warganet (netizen) melaporkan jika akun tersebut tiba-tiba tidak bisa diakses pada Kamis (3/12). Masih ada video berjudul \"Orang Budha Bertanya KAFIR berikut Jawaban Habib Rizieq\" yang tersimpan di Youtube, namun ketika akun Front TV diklik, muncul kata "This channel does not exist".

Republika sudah mengonfirmasi masalah itu ke Juru Bicara DPP FPI Munarman maupun tim hukum DPP FPI Ali Alatas, namun belum memberikan respon terkait akun Youtube Front TV yang tidak bisa digunakan lagi.

Akun Front TV sempat menyiarkan kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) kala tiba dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Selasa (10/11) pagi WIB. Saat acara live tersebut, Republika sempat mencatat ada 21 ribu lebih penonton yang mengikuti detik-detik kedatangan HRS.

Terlihat di ruang kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ribuan penjemput menunggu kedatangan HRS hingga membuat jalanan sekitar tidak bergerak. Dari akun tersebut pula, penontong dari rumah bisa menyaksikan ribuan orang menyambut kedatangan HRS di Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Front TV juga menyiarkan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri ribuan orang, hingga menciptakan kerumunan. Di sini ada cemarah HRS yang disorot, lantaran dianggap berbicara kasar terkait "lonte".

Sebelumnya akun Twitter FPI juga d-suspend karena dinilai telah melanggar aturan yang ditetapkan oleh Twitter.

Seperti diketahui, Twitter memiliki sejumlah aturan yang tidak boleh dilanggar penggunanya. Adapun larangan itu antara lain tidak boleh memuat konten mendukung kekerasan, mempromosikan ekstremisme, eksploitasi anak, penghasutan, menebar kebencian, dan lain-lain.

Adapun mengenai pembekuan akun FPI, Twitter tidak menjelaskan secara gamblang pelanggaran apa yang membuat akun tersebut di-suspend. (Sindonews)

Subscribe to receive free email updates: