Bukan Kasus Kerumunan, Polisi Tegaskan MRS Ditahan Karena Ini

Popnesia.com - Polri menegaskan jika Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditahan karena melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Adapun pernyataan ini menyusul maraknya aksi solidaritas dimana sejumlah pengikut Rizieq menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Ia menerangkan pelanggaran yang menyebabkan Rizieq ditahan bukan hanya perihal protokol kesehatan, melainkan terkait penghasutan.

"MRS itu ditahan bukan terkait kasus protokol kesehatan, bukan hanya kerumunan Petamburan," kata dia dilansir MNC News, Senin (14/12). "Tapi karena melanggar Pasal 160 KUHP ancamannya 6 tahun penjara."

Jika Rizieq hanya melakukan tindak pelanggaran terkait protokol kesehatan maka ia hanya dikenai Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 tahun 2018 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. Namun, ia juga melanggar Pasal 160 KUHP sehingga perlu ditahan. "(MRS) itu dikenakan pelanggaran prokes juga, tapi yang menjadi alasan untuk penahanannya adalah Pasal 160 KUHP," lanjut Ramadhan lagi.

Sejumlah massa yang tergabung dalam berbagai ormas Islam di Ciamis mendatangi Polres Tasikmalaya pada Senin (14/12) siang. Mereka meminta agar ditahan sebagai bentuk solidaritas terhadap Rizieq. Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan keadilan terkait penembakan 6 orang laskar FPI di Tol Cikampek.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penembakan yang menewaskan 6 orang pengikut Rizieq telah menyita perhatian publik. Presiden Joko Widodo alias Jokowi bahkan juga sempat buka suara mengenai hal ini.

Menurut Jokowi, Komnas HAM perlu dilibatkan untuk memastikan penegakan hukum dilakukan secara independen. "Jika perlu, jika memerlukan keterlibatan lembaga independen kita memiliki Komnas HAM. Di mana masyarakat bisa sampaikan pengaduannya," kata Kepala Negara, Minggu (13/12). (Wowkeren media)

Subscribe to receive free email updates: