Ajak Dialog PTPN, FPI Maksa Banget!

Popnesia.com - Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Shahab mengkritik langkah pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab atau HRS melalui kuasa hukumnya mengajak PT Perkebunan Nusantara atau PTPN VII duduk bersama, atau berdialog untuk menyelesaikan persoalan sengketa lahan seluas 30, 91 hektare, di Desa Kuta, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. 
Padahal, PTPN VIII telah melayangkan somasi terkait sengketa lahan tersebut. 

"Ini maksa banget mau berdialog kayak gak baca somasi PTPN VIII atas adanya dugaan illegal akses yang dapat dipidana karna mendirikan bangunan tanpa ijin," tulis Husin di akun Twitternya @HusinShihab yang dilihat rri.co.id, Minggu (27/12/2020). 

"Apanya yg mau dialog lagi, tinggal angkat kaki selesai dari pada urusan panjang sampe ke pidana?!!" tambahnya. 
Sebelumya, pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab atau HRS melalui kuasa hukumnya mengajak PT Perkebunan Nusantara atau PTPN VII duduk bersama, atau berdialog.
Tujuannya, adalah untuk menyelesaikan persoalan sengketa lahan seluas 30, 91 hektare, di Desa Kuta, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
 
"Kami siap dan bersedia duduk bersama atau berdialog secara musyawarah untuk mencari solusi/jalan keluar atas permasalahan ini dengan pihak saudara dan instansi terkait lainnya," ujar salah satu kuasa hukum HRS Munarman dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (27/12/2020). 

Munarman menjelaskan, musyawarah duduk bersama itu diajukan lantaran pihaknya mengklaim memiliki bukti legal atas kepemilikan lahan yang kini telah dibangun Pondok Pesantren Alam Argokultural Markaz Syariah FPI.
Menurut Munarman, HRS membeli tanah yang kini diklaim milik PT Perkebunan Nusantara atau PTPN VII itu dari petani yang mengaku memiliki lahan tersebut. Munarman menambahkan, sebelumnya lahan itu kosong dan terlantar yang dikuasai secara fisik dan dikelola oleh banyak masyarakat lebih dari 25 tahun lamanya. 

"Oleh karenanya, Saudara tidak bisa bertindak sewenang-wenang terhadap benda hak milik klien kami dan lahan yang sudah dibeli dan dikelola oleh klien kami," tuturnya. 

Sebagaimana diketahui, sengketa lahan di pesantren milik Rizieq Shihab yang terletak di Megamendung, Bogor, Jawa Barat dimulai setelah ada somasi PTPN yang beredar di media sosial.  (Rri.co.id)

Subscribe to receive free email updates: