Viral Anggota DPRD Banten Adu Mulut dengan Polisi Saat Razia Masker, Dipicu Hal ini

Popnesia.com - Video perkelahian mulut antara anggota DPRD Provinsi Banten dengan petugas razia masker viral di media sosial.
Terlihat dalam video, anggota DPRD tak terima atas perlakuan petugas saat adanya razia masker pada Kamis (12/11/2020).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pas Mandala-Rangkas Bitung Kabupaten Lebak, Banten.
Cekcok antar keduanya terjadi ketika sang anggota DPRD diminta untuk turun dari mobil.

Petugas merasa anggota DPRD tersebut tak menggunakan masker dengan benar.
Anggota DPRD Provinsi Banten yang diketahui bernama Ade Hidayat itu pun sontak langsung membenarkan masker.
Namun ia terkejut saat dirinya dibentak-bentak oleh petugas.
Ade Hidayat pun merasa tersinggung karena cara yang dilakukan petugas saat menegur itu menggunakan nada tinggi.

Saat dikonfirmasi, Ade mengaku menyesalkan sikap petugas yang saat itu sedang melakukan razia masker.

Pasalnya, bukannya memberikan edukasi dan melakukan peringatan secara sopan, tapi justru membentak dengan nada tinggi.

Dijelaskan Ade, saat kejadian itu ia sudah merapikan masker, karena sebelumnya masker yang dikenakan hanya menempel di dagu saat berada di dalam mobilnya.

Namun demikian, meski sudah dirapikan tapi ia tetap dipaksa untuk turun dan merasa diperlakukan secara tidak sopan.

"Saya turun, saya tanya urgensinya apa, karena saya sudah pakai masker, dan saya pikir sedang di dalam mobil saya. Saya kemudian dibentak-bentak dan diminta nyeberang jalan, saya nyeberang kemudian terjadi perdebatan berikutnya," kata Ade.

Namun demikian, masalah tersebut akhirnya selesai setelah dirinya berani memprotes sikap aparat yang dianggap kurang sopan itu dan mengaku sebagai anggota DPRD.

"Saya bilang, bagaimana jika terjadi pada masyarakat biasa. Lalu mereka tanya, emang bapak siapa? Saya jelaskan bahwa saya anggota DPRD Provinsi Banten wakil ketua komisi III, ketua DPC Gerindra Lebak," kata Ade.

Klarifikasi petugas
Sementara itu, Kepala Satpol PP Lebak, Dartim mengatakan, alasan petugas saat itu memberhentikan mobil yang bersangkutan lantaran Ade diketahui tidak mengenakan masker secara benar.

"Kami sih sebagai petugas tidak tahu yang bersangkutan siapa, jabatan apa. Pada saat bersangkutan didapati petugas tidak melaksanakan prokes ya kita tegur," kata Dartim dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Meski saat itu Ade berada di dalam mobil, namun hal itu tetap tidak bisa dibenarkan untuk tidak mengenakan masker secara benar.

"Aturan di perbup (peraturan bupati) di luar rumah wajib memakai masker. Yang bersangkutan kan di luar rumah. Aktivitas luar. Memang banyak diperdebatkan, di DKI juga seperti itu pernah. Tapi kalau kita bunyi aturannya saja gimana, itu yang kita terjemahkan," kata Dartim. (Tribunnews)

Subscribe to receive free email updates: