Pria Ini Gendong Pasangan Gay-nya yang Pingsan saat Digerebek Petugas, Kedapatan Berduaan di Kamar


Pasangan diduga gay terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP Kota Pekanbaru, Minggu (15/11/2020) dinihari. Saat digerebek, salah satu pria malah pingsan.

Pasangan diduga gay terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP Kota Pekanbaru, Minggu (15/11/2020) dinihari.

Saat digerebek, salah satu pria malah pingsan.

Pasangannya pun langsung menggendongnya menuju ke truk.

Petugas mendapati dua pria sedang berada di dalam kamar Wisma yang berada di Jalan Tanjung Datuk, Kota Pekanbaru.

Satu di antaranya sedang tidak berbusana. Keduanya tidak dapat mengelak saat petugas mendapatinya di kamar.

Mereka juga menemukan "pelumas" di kamar tersebut.

Ia menggunakan helm saat petugas mendampinginya menuju truk dalmas.

"Jadi satu di antaranya kita temukan, terindikasi pasangan gay, langsung kita amankan," terang Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning, Minggu (15/11/2020)

Menurutnya, ada 39 pasangan ilegal yang terjaring dalam razia kali ini. Mirisnya tamu terjaring ada yang masih di bawah umur.

"Bagi yang di bawah umur, kita panggil orang tuanya. Lalu membuat surat pernyataan," jelasnya.

"Pasangan sesama laki-laki itu digerebek oleh warga Jumat (13/11/2020) petang setelah pemilik kos mencurigai tingkah M (27) yang baru satu bulan tinggal di kosnya itu," kata Zakwa, Penyidik WH Kota Banda Aceh saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telpon, Sabtu (14/11/2020).

Zakwan menyebutkan, pasangan gay yang digerebek oleh warga saat melakukan hubungan badan itu langsung diamankan ke Markas WH Kota Banda Aceh untuk diperiksa dan menghindari amuk massa.

"Setelah digerebek, warga menghubungi WH dan langsung kami jemput untuk menghindari kemarahan warga," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua tersangka M (27) dan A (29) mengakui kepada penyidik telah melakukan hubungan badan senanyak satu kali.

"Hasil pemeriksaan tersangka mengakui telah melakukan hubungan badan sesama jenis, saat digerebek keduanya dalam posisi setengah telanjang," kata dia.

Kedua tersangka kini sudah ditahan di ruang tahanan Satpol PP-WH Provinsi Aceh untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dan persiapan berkas selama 20 hari untuk dilimpahkan ke Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh dan kemarin juga sudah dilakukan visum tinggal menungu hasil," ungkapnya.

Keduanya melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat Pasal 63 ayat 1 tentang Liwath dengan ancaman hukuman uqubuat cambuk paling banyak 100 kali atau denda paling banyak 1.000 gram emas murni.

Subscribe to receive free email updates: