Lurah Petamburan Mengaku Kesulitan Awasi HRS Lakukan Karantina, Ini Penyebabnya

Popnesia.com - JAKARTA - Setelah lebih dari 3 tahun tinggal di Arab Saudi, HRS kembali ke Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Terkait kepulangan HRS ke tanah air, Lurah Petamburan Setiyono mengaku kesulitan untuk memastikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut melakukan kewajiban karantina mandiri selama 14 hari.

Sebenarnya, Setiyono menjelaskan, kewajiban mengawasi masyarakat yang melaksanakan karantina mandiri seusai pulang dari luar negeri ada pada Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW.

Namun, menurutnya, tugas itu menjadi sulit karena sejak kemarin banyak orang yang berkunjung ke kediaman HRS.

"Iya sulit juga sih ini. RT/RW mungkin sama juga (kesulitan) sih, karena kan kemarin ribuan orang seperti itu kan," kata Setiyono kepada Kompas.com, Rabu (11/11/2020).

Setiyono pun tak membantah bahwa kewajiban HRS untuk melakukan karantina mandiri sudah dilanggar dengan banyaknya orang yang datang ke rumahnya.

Namun, ia berharap HRS dan orang yang berkunjung ke rumahnya di Jalan Petamburan III tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

"Kalau kami di bawah ini bagaimana ya, ya paling Pak Habib Rizieq juga pakai masker, gitu."
"Dia kan di rumah saja. Kalau tamunya juga kan menggunakan masker juga," katanya.

Seperti yang telah diberitakan, HRS tiba Indonesia pada Selasa kemarin.

Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 09.00 WIB, ia langsung menuju rumahnya di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat.
Simpatisan HRS pun berkerumun melakukan penyambutan baik di Bandara maupun di Petamburan.

Setelah tiba di rumahnya, Rizieq juga masih melakukan silaturahmi dengan banyak orang.
Hal itu terlihat dari siaran langsung akun YouTube Front TV.

Bahkan pada Selasa malam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikut berkunjung ke rumah HRS.

Padahal Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Budi Hidayat menyatakan, HRS wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari setibanya di Tanah Air.

Budi menuturkan, karantina tersebut sebagaimana prosedur Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) saat tiba di Indonesia.

"Iya harus melakukan karantina (14 hari)," ujar Budi ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Tak hanya itu, HRS harus mengantongi surat keterangan yang menunjukkan negatif Covid-19 berdasarkan tes polymerase chain reaction (PCR).
Surat itu hanya berlaku selama tujuh hari.

Sebaliknya, jika tak mengantongi bukti hasil tes PCR, seseorang yang pulang dari luar negeri diwajibkan menjalani pemeriksaan swab.
"Jika hasilnya negatif bisa melanjutkan perjalanan dan menjalani karantina mandiri di rumah/ tempat tinggalnya selama 14 hari," ucap Budi. (Tribunnews)

Subscribe to receive free email updates: