#SaveKomodo Bergema Usai Foto Komodo-Truk Jurassic Park Viral, Ini Kata Pemerintah

Popnesia.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya sebuah foto komodo yang terlihat menghadang sebuah truk di Nusa Tenggara Timur (NTT). Diketahui, foto tersebut diambil di kawasan proyek pembangunan wisata “Jurassic Park” di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, NTT.

Kekinian, tagar #SaveKomodo pun menggema di media sosial terkait hal tersebut. Warganet prihatin jika pembangunan ini bakal mengganggu kelangsungan hidup dan habitat hewan purba itu.
Keprihatinan tersebut kemudian dicuitkan oleh akun @KawanBaikKomodo di Twitter. "Untuk pertama kalinya Komodo-komodo ini mendengar deru mesin-mesin mobil dan menghirup bau asapnya. Akan seperti apa dampak proyek-proyek ini ke depannya? Masih adakah yang peduli dengan konservasi?" cuitnya.

Tak cukup sampai di situ, mereka juga membuat petisi untuk menyalamatkan satwa khas Indonesia tersebut. Hingga Senin (26/10) pagi, petisi "Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo" yang ada di change.org telah ditandatangani oleh lebih dari 341 ribu orang.
Selain tagar #SaveKomodo, keprihatinan soal pembangunan di Pulau Komodo ini juga ikut mengangkat perbincangan soal Jurassic Park. Pasalnya, pembangunan di Pulau Komodo itu disebut akan dijadikan Taman Jurassic di Indonesia.

Sebelumnya, proyek pembangunan ini juga mendapatkan kritika dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman mengkritik langkah itu sebagai konsep yang keliru karena pemerintah seharusnya mempertahankan habitat asli hewan endemik komodo di kawasan tersebut.
”Konsep pengembangan ini yang menurut kami sangat-sangat keliru diambil oleh Presiden Jokowi,” kata Edo seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (25/10). “Habitat alami harusnya dipertahankan jika tetap ingin hewan kadal raksasa ini menjadi kebanggaan Indonesia.” 

Setelah meluasnya foto tersebut, Kementerian PUPR akhirnya buka suara. Proyek geopark tersebut adalah bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dikutip dari keterangan resmi Kementerian PUPR, Senin (26/10/2020), pemerintah dirasa perlu melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, salah satunya di Pulau Rinca di TN Komodo.

Selanjutnya, untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site Unesco yang memiliki outstanding universal value (OUV), Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan Ditjen Cipta Karya melaksanakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian.
Dalam hal ini, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada 15 Juli 2020.

Koordinasi dan konsultasi publik yang intensif terus dilakukan, termasuk dengan para pemangku kepentingan lainnya, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di lapangan untuk mencegah terjadinya dampak negatif terhadap habitat satwa, khususnya komodo.

"Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi," kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono.
Basuki mengatakan upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dilakukan secara bertahap, dengan pembenahan infrastruktur yang akan menjadi prioritas.
"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo seluruh pembangunan infrastruktur untuk Labuan Bajo harus selesai tahun 2020. Semua desain sudah selesai, sudah mulai lelang pada Desember 2019, sehingga kegiatan konstruksi fisik dapat dimulai pada Februari-Maret dan selesai akhir Desember 2020," kata Basuki.

Subscribe to receive free email updates: