Polisi Dianiaya Demonstran Pakai Sekop Saat Demo Ricuh di Bandung

Bandung - 

Seorang anggota polisi berpakaian preman disekap dan dianiaya demonstran ricuh saat demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Bandung. Brigadir A itu dianiaya menggunakan sekop dan batu.

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Erdi mengatakan polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan penelusuran. Polisi lalu mendapati Brigadir A dianiaya di sebuah bangunan di Jalan Sultan Agung.

Polisi kemudian menangkap 7 orang yang kemudian dijadikan tersangka. Dari tujuh orang, tiga orang di antaranya ditahan. Ketiganya yakni DR, DH dan CH.

"Tiga orang tersangka ditahan dan empat orangnya tetap berstatus tersangka," kata Erdi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi menuturkan peristiwa penganiayaan itu bermula saat Brigadir A tengah mengejar demonstran ricuh di Gedung DPRD Jabar. Polisi kemudian masuk ke dalam rumah di Jalan Sultan Agung lantaran diduga pendemo masuk ke bangunan itu.

"Anggota sedang melakukan pengecekan di dalam, di mana diduga ada pelaku yang bertindak anarkis masuk ke dalam rumah itu kemudian dilakukan pengecekan ke dalam. Begitu anggota keluar, ini anggota ditutup pintunya kemudian dilakukan penganiayaan oleh terduga pelaku," tutur Patoppi.

(Detik.com)


Subscribe to receive free email updates: