Kepulangan HRS Dijadikan Propaganda Politik, Muncul Isu Revolusi?

Popnesia.com - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menduga isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), HRS sekadar mainan kelompok atau pendukungnya untuk membentuk opini. Terlebih, informasi kepulangannya juga dibumbui isu akan memimpin langsung revolusi di Tanah Air.

"Isu yang dibangun untuk membesarkan nama HRS untuk melegitimasi status imam besar yang selama ini dilekatkan pada HRS," jelas Karyono saat dihubungi SINDOnews, Jumat (16/10/2020)

Menurut Karyono, jika dicermati, isu kepulangan HRS sudah berkali-kali digaungkan para pendukungnya, toh faktanya Dia tidak juga pulang. Tapi paralel dengan itu, muncul opini pemerintah mengahalang-halangi kepulangannya.

Hal ini mengafirmasi bahwa wacana kepulangan HRS sengaja diembuskan menjadi propaganda politik, semata-mata untuk mempengaruhi opini publik. "Tujuannya untuk membangun sentimen negatif terhadap pemerintah dan di saat yang ama terbangun sentimen positif HRS," ujarnya.

Pemerintah berkali-kali menegaskan tidak ada masalah jika HRS pulang ke Indonesia. Tetapi, lanjut Karyono, propaganda yang menyudutkan pemerintah soal kepulangannya belum surut.
 
"Dengan propaganda seperti itu maka akan terbentuk persepsi negatif terhadap pemerintah. Di sisi lain, dibangun opini bahwa pemerintah melakukan kriminalisasi ulama," pungkas dia.
(sindonews)

Subscribe to receive free email updates: