Kasus Pembakaran Resto di Malioboro, Pemilik Kini Lapor Polisi, Pelaku Terekam CCTV

 Seperti yang diketahui, pada Kamis, 8 Oktober 2020 banyak unjuk rasa di sejumlah titik di Yogyakarta. Salah satunya di jalan Malioboro. Namun, unjuk rasa tersebut berakhir dengan kericuhan.

Properti milik masyarakat dibakar oleh massa. Yang paling disoroti adalah restoran Legian yang terletak diantara kantor DPRD dan Mall Malioboro.

Restoran tersebut terbakar hebat saat unjuk rasa berlangsung.

Pemilik Restoran Legian melapor ke polisi atas dugaan pembakaran resto mereka saat unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020). Resto Legian berada tepat di selatan Gedung DPRD DIY. Dugaan pembakaran tersebut muncul karena ada bau bensin atau minyak tanah di sekitar lokasi restoran. Menurut Edi (35), warga sekitar, api mulai membesar sekitar pukul 15.20 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar 14.45 WIB.


"Ada bau bensin atau minyak tanah di sekitar lokasi restoran yang terbakar," kata Edi, Kamis (8/10/2020). Sementara itu kuasa hukum keluarga pemilik restoran Legian, Alofi mengatakan, kerugian yang dialami kliennya mencapai Rp 500 juta. Ia mengatakan, saat melapor ke polisi, pihaknya sudah menyerahkan rekaman kamera CCTV yang merekam pelaku pelemparan molotov yang mengenai Restoran Legian. "Peristiwa itu terjadi pada saat seseorang yang sudah tertangkap bukti CCTV. Jadi di rekaman CCTV itu ada pelemparan molotov yang mengenai Resto Legian," urainya.


Ia mengatakan telah menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar tidak ada kesimpangsiuran berita. "Saat ini kita percayakan pada pihak Polda DIY untuk segera menindaklanjuti laporan ini. Sehingga, tidak terjadi kesimpangsiuran cerita atau berita, yang sebenarnya pihak resto menjadi korban dalam peristiwa kemarin," tuturnya. Alofi mengatakan, pihaknya berharap pelaku pembakaran Resto Legian segera tertangkap. "Keluarga menginginkan perkara ini tuntas dan jelas, siapa pelakunya bisa segera ditangkap dan diproses hukum. Karena sudah membuat Yogyakarta tidak aman dan nyaman untuk berbisnis maupun pariwisata," ucapnya.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihak Restoran Legian telah membuat laporan resmi ke polisi. "Saat ini pelapor sedang memberikan keterangan di Reskrimum," ujarnya. "Pelapor menyampaikan ada orang yang melempar molotov dari jalan ke arah kafe (Restoran Legian)," pungkasnya. Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, dirinya tidak melihat langsung kejadian Resto Legian terbakar karena ia tidak bisa keluar dari Gedung DPRD DIY. Baca juga: Usai Kericuhan, 100 Pengemudi Ojol Bersih-bersih Halaman DPRD DIY dan Malioboro "Terkait rumah makan yang dibakar saya belum mengetahui penyebabnya apakah dimolotov atau tidak. Bisa dilihat sendiri kondisinya," katanya. Selain Resto Legian, ia mengatakan, ada beberapa kendaraan anggota kepolisian yang juga dibakar dan dirusak massa. "Tetapi, kami belum merinci berapa motor dan mobil anggota yang mengalami kerusakan. Ada motor anggota yang dibakar," jelasnya. kompas.com

Subscribe to receive free email updates: