Foto Calon Bupati yang Diisolasi di RS Menyebar, Keluarga Ancam Lapor Polisi

Popnesia.com - - Pihak keluarga calon bupati (cabup) Musirawas, Ratna Machmud mengancam melaporkan oknum pegawai Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang ke pihak kepolisian lantaran foto cabup nomor urut 1 itu yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi tersebar di media sosial (medsos).

Mohammad Al Amin, perwakilan dari keluarga Ratna mengatakan, foto ratna yang dalam kondisi menggunakan oksigen di ruang isolasi pertama kali disebar di Facebook.

Foto tersebut diambil dari layar monitor rekaman CCTV di ruang isolasi RSMH Palembang.

Amin pun menyayangkan foto seorang pasien yang dirawat dapat tersebar tanpa seizin pihak keluarga

"Ruang perawatan yang seharusnya menjadi ranah privasi pasien tidak boleh disebarkan ke publik. Ini perbuatan sangat biadab karena pihak rumah sakit menyalahi aturan tidak melindungi privasi pasien, sekarang foto itu tersebar di medsos untuk digunakan kepentingan lawan politik," kata Amin, Kamis (29/10/2020).

Ia menegaskan pihak keluarga akan melaporkan akun dan pelaku yang menyebarkan foto tersebut.

"(Foto itu) jangan dibuat permainan politik, apalagi sampai harus mencari- tahu melalui data-data medis IGD dari rumah sakit dan malah mencari foto-foto tentang pasien melalui CCTV," ujarnya.

Secara terpisah, Humas RSMH Palembang, Suhaimi saat dikonfirmasi membenarkan penyebaran foto tersebut. Namun, Suhaimi tak bisa memberikan keterangan secara pasti apakah Ratna terpapar Covid-19 atau tidak.

"Sampai sekarang kami belum mendapatkan izin untuk menyampaikan itu (Covid-19). Namun foto yang tersebar tersebut benar adalah ruang isolasi RSMH," kata Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan, ruang isolasi tersebut hanya bisa diakses oleh petugas medis. Begitu juga tempat CCTV yang digunakan untuk memantau pasien.

Sehingga, pihak dari RSMH Palembang akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelaku penyebaran foto tersebut.

"Kalau pelakunya adalah oknum pegawai dari RSMH sanksinya bisa dikenakan teguran sampai penundaan kenaikan pangkat," ujarnya. (Kompas)

Subscribe to receive free email updates: