Ditipu dan Dicekoki Miras, Remaja 17tahun Dirudapaksa 2 Pemuda, Terbongkar dari Kecurigaan Keluarga

Popnesia.com - Dua orang pemuda di Kalimantan Barat (Kalbar) nekat merudapaksa seorang remaja perempuan berusia 17 tahun.
Awalnya, korban sempat ditipu hingga dicekoki minuman keras (miras).

Dua pelaku tersebut kemudian merudapaksa korban di sebuah pondok ladang, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalbar.
Kapolsek Jelai Hulu AKP Jamiad menerangkan, modus tersangka dalam melancarkan aksinya adalah dengan menipu korban.

Menurut dia, awalnya salah seorang tersangka menghubungi dan mengatakan korban sedang ditunggu oleh pacarnya di sebuah rumah walet.

“Saat korban tiba di rumah walet, hanya ada kedua tersangka. Pacar korban tidak ada,” kata Jamiad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2020).

Tak sampai di situ, kedua tersangka kembali menipu korban mengatakan sang pacar telah pergi ke pondok ladang.

Mereka akhirnya pergi ke lokasi bersama-sama.
"Ternyata di pondok ladang pun, pacarnya tidak ada,” ujar Jamiad.

Jamiad melanjutkan, di pondok ladang itulah kedua tersangka mulai mengajak korban mengonsumsi minuman keras.

“Setelah korban dalam keadaan kurang sadar, dua tersangka merudapaksa korban secara bergantian dan setelah itu diantar ke rumah walet dan korban pulang ke rumahnya,” ucap Jamiad.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah keluarga melihat korban yang tampak murung.

Menurut Jamiad, korban lantas mengaku telah dirudapaksa oleh dua pemuda.

Kemudian, keluarga membawa korban ke Polsek Jelai Hulu untuk melaporkan kasus tersebut.
Polisi langsung memulai penyelidikan dengan memeriksa korban dan memanggil terduga pelaku.

Namun, dalam pemanggilan pertama, kedua terduga pelaku tidak datang ke Polsek Jelai Hulu karena telah berada di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Setelah panggilan ketiga, dua terduga pelaku akhirnya datang ke Polsek Jelai Hulu dan mengakui perbuatannya,” ujar Jamiad.

Atas perbuatannya, dua terduga pelaku dijerat Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Lebih lanjut, Jamiad mengimbau masyarakat untuk selalu waspada karena kasus tindakan asusila biasanya terjadi dari lingkungan terdekat.

“Biasanya pelaku merupakan orang terdekat atau sudah dikenal."

"Walau suka sama suka itu sudah memenuhi unsur karena korban masih di bawah umur,” tegas Jamiad. (Tribunnews)

Subscribe to receive free email updates: