Detik-detik Penangkapan Gus Nur Jadi Tersangka, Ini Kata Pengacara

Popnesia.com - areskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur di rumahnya di Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, tengah malam tadi. Tim kuasa hukum Gus Nur mengatakan rumah kliennya saat itu didatangi oleh 30 personel kepolisian.

Chandra Purna Irawan, pengacara Gus Nur, mengatakan hingga kini belum mengetahui konten video yang mana yang membuat Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap.

"Kita belum dapat video yang mana, tapi kalau berdasar LP (laporan polisi) kan LP tipe B, berarti ada pihak ketiga di luar internal kepolisian. Kami belum tahu apakah yang dilaporkan itu terkait video yang lagi viral kemarin yang bersama Pak Refly Harun atau ada video yang lain," kata Chandra kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

"Jadi klien kami Ustaz Gus Nur, yang sering dikenal Gus Nur, tadi malam itu didatangi oleh aparat kurang-lebih sekitar 30 (personel) di rumah beliau di Malang," kata pengacara Gus Nur, Chandra Purna Irawan, kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Chandra, saat proses penangkapan, pihak kepolisian hanya membawa surat penangkapan dan tanda terima barang bukti. Dia mempertanyakan surat ketetapan tersangka yang urung dibawa penyidik.

"Sementara semestinya surat penetapan tersangka itu dibawa dan ditunjukkan kepada seseorang yang akan ditangkap tersebut. Nah, itu tidak diperlihatkan, jadi hingga detik ini pihak keluarga dan kami hanya memegang surat penangkapan dan surat terkait tanda terima barang bukti," beber Chandra.

Chandra pun membeberkan pasal-pasal yang dipersangkakan kepada kliennya tersebut. Menurutnya, Gus Nur dijerat di Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 UU ITE. Selain itu, kliennya dijerat dengan Pasal 310 dan 311 KUHP serta 207 KUHP.

"Pasal 207 KUHP ini pencemaran terhadap penguasa. Ini pasal-pasal yang dituduhkan," imbuhnya.

Chandra kemudian menduga penetapan tersangka kliennya tersebut diakibatkan seringnya Gus Nur melontarkan kritik kepada rezim pemerintahan saat ini.

"Dugaan kami bukan hanya terkait video itu, tapi terkait Ustaz Gus Nur itu sering mengkritik, menyampaikan kritik konstruktif kepada rezim, kepada pemerintah. Video-video dia itu video-video kritik konstruktif sebetulnya. Nah, dugaan saya adalah ada video yang lain di luar yang dipermasalahkan yang lagi viral," terang Chandra.

Gus Nur dinilai menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terkait NU. Pernyataan Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

Gus Nur mulanya dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.(detik)

Subscribe to receive free email updates: