Beredar Surat Wajib Baca Buku Felix Siauw ke SMA Sederajat di Babel, Ini Penjelasan Kadin Pendidikan

 

Popnesia.com - Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung,mengeluarkan surat yang satu di antara poin isinya adalah memajibkan siswa SMA Sederajat membaca buku Muhammad Al Fatih kepada peserta didik SMA/SMK pada 30 September 2020. 

Surat tersebut diketahui beredar di WhatsApp. 

Surat ditujukan kepada kepala sekolah SMA/SMK se Provinsi Bangka Belitung. 

Satu dari sejumlah poin isinya adalah siswa wajib membaca buku Muhammad Al Fatih 1453 penulis Felix Siauw. Merangkum isi buku tersebut dengan gaya bahasa masing-masing peserta didik. 

Hasil dari rangkuman buku tersebut agar dikumpulkan ke sekolah masing-masing. 

Kemudian sekolah melaporkan ke cabang dinas Pendidikan Provinsi Babel dan selanjutnya melaporkan ke dinas Pendidikan Pemprov Babel paling lama 18 Desember 2020. 

Namun, kebijakan tersebut belum sempat dilaksanakan.

Dinas Pendidikan kembali menerbitkan surat pembatalan pada 1 Oktober 2020 yang ditandatangi oleh Kepala Dinas Pendidikan Babel M. Soleh. 

Untuk mendapatkan informasi terhadap hal tersebut, Bangkapos.com, berupaya bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Babe, M Soleh di tempat kerjanya, pada Jumat (2/10/2020). 

Soleh menceritakan alasan surat tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan yang membuah gaduh banyak pihak. 

"Karena kondisi Covid-19 ini kami tujuanya memberikan tugas dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi apa lagi, kaitan dengan tahun ini melaksanakan Ujian Nasional digantikan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Nah, yang diukur disisi kemampuan literasi, kemapuan numerasi dan salah satu survey karakter,"ujar Soleh kepada Bangkapos.com, Jumat (2/10/2020). 

Soleh menambahkan, pihak Dinas Pendidikan Babel hanya ingin memberikan pengetahuan terkait sejarah terkait perjuangan Muhammad Al Fatih. 

"Kita inginkan beri semangat literasi memberi mereka pengetahuan sejarah tujuan sambil mengingatkan dan kita kemarin untuk suruh membaca Muhammad Al Fatih karena perjuangan menaklukan Konstansinopel sejarah perjuangan yang luar biasa,"ujarnya. 

Soleh juga mengatakan bahwa sebelumya pihaknya tidak melihat pengarang buku dimaksud termasuk dalam ormas yang terlarang. 

"Tidak melihat, bahwa pengarang buku termasuk ormas yang terlarang dengan ketidaktahuan kita, maka segera kami membatalkan. Kita batalkan mungkin dalam waktu dekan akan kita alihkan ke buku-buku lain jadi prinsipnya ketidak tahuan kita bahwa beliau ini adalah salah satu orang di ormas yang terlarang di kita. Sehingga karena ketidak tahu tadinya setelah tahu dan diberi tahu, maka kita batalkan,"jelasnya. 

Soleh menegaskan surat perintah membaca buku tersebut telah mereka batalkan. 

Dia menyampaikan permohon maaf atas segala ke khilafan.

"Sehingga jeda waktunya sebentar, waktu itu malam di sebarkan,langsung kita batalkan jadi jeda waktu sekian, bahwa kita batalkan. Ternyata berkembang karena di share ke kepala sekolah. Pertama kami mohon maaf atas khilaf salah dengan ketidak tahuan kami dan kita berupaya kelak kedepan mensyaratkan atau memberikan tugas kepada anak-anak mencari refesensi lain. Kita wajibkan baca semua buku diharapkan kita mempunyai literasi melatih mereka dengan membaca buku,"terangnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Subscribe to receive free email updates: