Begini Antisipasi Polisi Mengatasi Unjuk Rasa di DPRD Sumsel

PALEMBANG - Akses jalan menuju gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan ditutup polisi untuk mengantisipasi terjadi aksi kericuhan dari para pendemo yang melakukan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10/2020). 

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, pihak kepolisian berjaga di setiap pintu akses masuk ke Palembang, seperti kawasan Jakabaring, Musi 2 dan KM 12.  

Kawasan ring dua juga ditutup polisi, yakni di simpang Demang, Simpang Momea, Simpang SMA 2, Simpang Tridinanti, simpang Sekip, Simpang MCD, Simpang Charitas, Simpang PIM dan Simpang Samsat. 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, pengalihan arus lalu lintas menuju gedung DPRD sebagai langkah mengantisipasi terjadinya bentrok saat massa melakukan aksi. 

Selain itu, menurut Supriadi, tiga hari selama aksi berlangsung kemarin, mereka juga banyak mendapati penyusup yang datang dan ingin menimbulkan kericuhan. 

"Ini dilakukan agar aksi unjuk rasa tidak ada penyusup dan berjalan lancar," kata Supriadi melalui sambungan telepon. 

Dijelaskan Supriadi, seluruh kendaraan yang akan masuk menuju kota Palembang juga ikut diperiksa secara ketat, baik penumpang maupun pengemudi. 
Mereka pun sebelum masuk diwawancarai tujuan dan asalnya. 

"Harus jelas tujuan mereka ke Palembang mau ke mana, setelah itu baru diizinkan. Sejauh ini rata-rata yang ke Palembang adalah pekerja," ujarnya.  
Sejauh ini, menurut Supriadi, pihaknya belum menemukan pendatang yang mencurigakan maupun barang berbahaya. 

"Sejauh ini masih aman, kami hanya mengantisipasi ada yang membawa barang berbahaya," jelasnya.
(kompas)

Subscribe to receive free email updates: