Sindiran Ruhut Sitompul ke KAMI Inisiatif Gatot Nurmantyo Telak


Popnesia.com - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul melayangkan sindiran telak kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diinisiasi Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. 

Menurut Ruhut, KAMI sangat berbeda dengan gerakan yang dilakukan ormas dan sukarelawan pendukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi.  

Ruhut mengatakan, gerakan KAMI tidak ubahnya hanya sekadar aksi kumpul-kumpul. 

Sementara itu, sambung Ruhut, gerakan ormas dan sukarelawan Jokowi melakukan aksi bermoral untuk masyarakat. 

“Kami (pendukung Jokowi-red) sebagai relawan. Dia (KAMI), kan, enggak mau dibilang sukarelawan. Dia kumpul-kumpul saja,” kata Ruhut sebagaimana dikutip dari program Ngomongin Politik (NgomPol) di kanal YouTube JPNN.com, Sabtu (19/9). 

Ruhut mencontohkan aksi yang dilakukan dirinya bersama Bravo Lima di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu. 

Dia menjelaskan, saat itu dirinya dan rekan-rekannya melakukan penyuluhan perikanan dan pertanian. 

“Bukan hanya kumpul-kumpul. Kalau saya, biar saja KAMI begitu,” sambung anggota Bravo Lima itu. 

Ruhut mengakui para tokoh KAMI mempunyai rekam jejak yang sudah dikenal luas.  

Ruhut juga tidak menampik fakta bahwa para tokoh KAMI mempunyai hak berkumpul dan menyatakan pendapat. 

Namun, Ruhut mengaku heran dengan pernyataan para tokoh KAMI yang mengaku ingin menyelamatkan kapal karam. 

“Enggak salah? Kapal karam mau menyelamatkan kapal yang sedang berlayar menuju Indonesia maju,” kata Ruhut. 

Ruhut juga pesimistis KAMI akan meraih simpati dari masyarakat. Pasalnya, kata Ruhut, masyarakat sudah cerdas. 

Dia menambahkan, para tokoh KAMI sudah pernah mendapatkan kesempatan berada di lingkup pemerintahan. 

Oleh karena itu, Ruhut mengimbau para tokoh KAMI tidak menunjuk hidung orang lain. 

"Tunjuk dulu hidung kalian. Apa yang sudah kalian lakukan waktu kalian dapat kesempatan?" tutur Ruhut.  

Apakah KAMI akan menjadi ancaman bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi? 

"Aku seratus persen mengatakan tidak sebagai ancaman," kata Ruhut. (fat/jpnn)

Subscribe to receive free email updates: