Mardani Ali Sera: Covid-19 di DKI Melonjak Bukan Salah Anies, tapi Pemerintah Pusat

Popnesia.com - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Jakarta kembali melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Pada Minggu (30/8) lalu bahkan jumlahnya sempat mencapai 1.114 orang dan 1.029 pada (31/8). Sedangkan data terbaru, Selasa (1/9) jumlah pasien positif corona mencapai 914 orang. 

Merepons lonjakan tersebut menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera kenaikan tersebut bukan semata menjadi kesalahan Gubernur DKI Anies Baswedan. Karena ia menilai kenaikan angka Covid-19 di Jakarta seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. 

"Bukan salah para Gubernur karena sekuat apapun mereka jaga daerah rembesan dari luar selalu ada. Pemerintah Pusat yang bertanggung jawab penuh," kata Mardan Rabu (2/9). 

Menurut Mardani, ada kesalahan dari pemerintah pusat bahkan sejak awal penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang gagal menekan kerumunan dan keramaian masyarakat. 

"Bahkan saat ini kluster telah menyebar bukan di kerumunan temporer seperti pasar, tempat ibadah dan lain-lain, tetapi perkantoran dan bahkan perumahan," kata dia. 

Selain kebijakan PSBB, Mardani juga menilai langkah pemerintah pusat telah salah dalam pendekatan institusi dengan membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan berganti menjadi Satuan Tugas Penanganan Covid-19. 

"Pendekatan institusinya juga salah, membuat institusi baru Gugus Tugas dan lain-lain diubah seperti apapun tidak punya belalai hingga level terbawah. Mestinya Kemendagri hingga level desa/kelurahan dapat optimal digerakkan hingga Kemenkes dapat menggerakkan infrastruktur kesehatannya hingga level puskesmas," jelasnya. 

Kemudian, persoalan lain menurut Mardani adalah anggaran penanganan pandemi virus corona yang terbatas. Sebab, ia menilai hingga saat ini tidak ada kucuran anggaran yang jelas dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah sebagai bantuan untuk penanganan Covid-19 

"Dengan gabungan strategi yang tidak tepat, institusi terbatas, hingga anggaran yang kurang. Sementara wilayah dan beban kerja demikian besar kondisi Covid-19 yang semakin tidak terkontrol jadi sudah dapat diprediksi," tuturnya. winnetnews

Subscribe to receive free email updates: