Dituding Ingin Menjatuhkan Anies Baswedan, Kader PSI Skak Mat Geisz Chalifah Pendukung Anies Baswedan


Popnesia.com -  Aktivis sosial Geisz Chalifah mengkritisi Partai Solidaritas Indonesia yang kerap menanggapi kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Bahkan dengan tegas Geisz Chalifah menyebut bahwa tujuan utama PSI sebenarnya adalah ingin membuat Anies Baswedan jatuh. 

Pernyataan itu disampaikan Geisz Chalifah langsung di hadapan kader PSI William Aditya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (15/9/2020). 

"Saudara William, bagi PSI, keselamatan yang paling penting, indah sekali kalimat Anda. Saya ingin katakan, bagi PSI, yang paling utama adalah Anies Baswedan harus jatuh. Anda mau bantah itu, saya bisa berikan bukti," ucap Geisz Chalifah dilansir TribunnewsBogor.com pada Rabu (16/9/2020).       

Sembari memegangi kertas data yang dibawanya, Geisz Chalifah lantas menyebut soal beberapa aksi PSI terhadap Anies Baswedan. 

Bahwa PSI kerap mem-bully Anies Baswedan tentang banyak hal.

Termasuk soal kasus Covid-19 di Jakarta, hingga kebijakan PSBB. 

"Apa sih yang kalian katakan ketika Anies menyatakan ada corona di Jakarta ? Kalian bully habis-habisan. Apa sih yang kalian katakan ketika Anies ingin membangun laboratorium ? Apa sih yang kalian katakan ketika Anies ingin lockdown atau yang jadi PSBB ? Kalian bully habis-habisan," kata Geisz Chalifah. 

Tak cuma itu, Geisz Chalifah juga menyebut bahwa PSI tak pernah sekalipun mengapresiasi kinerja Anies Baswedan. 

Hal tersebut menurut Geisz Chalifah tidak sesuai dengan tujuan yang disebut PSI sendiri yakni ingin mendahulukan kemanusiaan. 

"Kalau Anda mendahulukan kemanusiaan, Anda bersinergi kepada pemerintahan daerah ini dalam rangka yang positif. Tapi kapan pernah Anda memberikan suara positif terhadap Anies Baswedan ? Tidak pernah," sambung Geisz Chalifah. 

Karenanya, dengan tegas, Geisz Chalifah meyakini bahwa yang diinginkan PSI hanyalah menjatuhkan Anies Baswedan saja. 

"Jadi dengan yakin saya katakan bahwa bagi PSI yang utama adalah bagaimana menjatuhkan Anies Baswedan," imbuh Geisz Chalifah. 

Menjawab tudingan Geisz Chalifah soail ingin menjatuhkan Anies Baswedan, kader PSI akhirnya buka suara. 

William Aditya, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI mengaku bahwa dirinya mengkritisi Anies Baswedan masih dalam segi yang wajar. 

William mengaku selama ini dirinya mengkritisi kebijakan Anies Baswedan masih dalam segi konstitusional. 

"Tidak pernah saya membawa personal Pak Gubernur. Saya tidak pernah membawa-bawa apapun yang personal soal Pak Anies," pungkas William.

Adapun soal kritikan, William berujar bahwa sudah jadi tugasnya untuk selalu mengkritisi kebijakan Anies Baswedan. 

"Saya sebagai anggota dewan punya tugas untuk mengkritisi apa yang menjadi kebijakan Gubernur. Itu adalah sumpah jabatan saya, karena saya harus melaksanakan fungsi pengawasan," ujar William. 

Lebih lanjut, William berujar bahwa PSI kerap mengapresiasi kebijakan yang baik dari Anies Baswedan. 

William pun memberikan beberapa contoh saat PSI tak segan memuji kebijakan Anies Baswedan. 

Heran dengan tudingan Geisz Chalifah soal PSI ingin menjatuhkan Anies Baswedan, William langsung balik bertanya. 

William ingin agar Geisz Chalifah memberikan bukti soal kapan dan siapa sosok yang ingin menjatuhkan Anies Baswedan dari PSI. 

William mengaku akan menegur sosok tersebut. 

"Justru saya ingin bertanya balik kepada Pak Geisz, kapan anggota DPRD fraksi PSI mem-bully, ingin menjatuhkan ? Kalimatnya seperti apa ? Dan siapa yang menyatakan itu, biar saya tegur," ujar William Aditya.

Menanggapi tantangan William, Geisz Chalifah pun menjawabnya. 

Geisz Chalifah menyebut beberapa nama kader PSI yang kerap mengkritisi Anies Baswedan hingga menjurus ingin menjatuhkan sosok sang Gubernur. 

"Gampang banget, buka aja tweet Guntur Romli. Buka aja tweet-nya Tsamara. Banyak banget lah itu. Tiap hari juga ada. Udah lah kalau yang kayak gitu mah," kata Geisz Chalifah. 

Tak mau perdebatan tersebut berlarut-larut, Karni Ilyas selaku pembawa acara pun menyudahinya. 

"Udah, udah, udah, jangan lanjutin lagi lah," pinta Karni Ilyas. tribun bogor


Subscribe to receive free email updates: