Cerita Menag Tegur Menteri karena Ada Penceramah Khotbah Jumat yang Radikal

Popnesia.com - Paham radikal tidak hanya meracuni pikiran sejumlah masyarakat Indonesia, namun juga perlahan menyusup masuk ke unsur pemerintahan. Hal itu pun dibenarkan Menag Fachrul Razi.

Dia menceritakan pengalamannya saat menegur salah seorang menteri karena ada penceramah di masjid kantor kementerian yang membawa isi khotbah salat Jumat menyimpang dan cenderung mengarah ke radikalisme.

"Saya pernah ingatkan seorang menteri, salat Jumat di masjid itu, lalu saya terkejut dan saya WhatsApp. Ini bahaya sekali kok khotbahnya menakutkan," ujar Fachrul Razi dalam webinar membahas strategi menangkal radikalisme pada ASN, Rabu (2/9).

Meski demikian, Fachrul Razi tak menjelaskan siapa menteri dan nama kementerian yang dimaksud. Namun menurutnya, menteri tersebut telah menjelaskan bahwa penyebaran radikalisme di institusinya sudah berkurang.

"Dia bilang, Pak dulu lebih banyak lagi dan udah saya kikis habis. Jadi bukan di luar sana tapi di lingkungan pemerintahan masuk," terangnya.

Fachrul Razi menjelaskan masuknya radikalisme ke unsur pemerintahan jelas tidak sulit. Menurut dia, radikalisme melalui ceramah dapat masuk dengan mudah ke mana pun asalkan dikemas secara menarik, sehingga banyak orang yang tertarik mendengarnya berulang kali.

"Cara masuk mereka gampang. Pertama dikirimkan anak good looking, bahasa Arab bagus, jadi imam, lama-lama orang bersimpati dan diangkat jadi pengurus masjid, ajak temannya dan masuk ide-ide seperti itu," ungkap Fachrul Razi.

Untuk mencegah hal itu masuk kementerian atau lembaga pemerintah lainnya, Fachrul Razi memastikan pihaknya akan mengawasi sejumlah rumah ibadah, khususnya yang berlokasi di institusi pemerintahan.

"Maka kami sepakat untuk mewaspadai bahwa semua rumah ibadah di institusi pemerintah pengurusnya harus pegawai. Dengan demikian penceramahnya diambil dari mereka-mereka yang kita yakini bicaranya enggak aneh-aneh," kata Fachrul Razi.

Dalam waktu dekat pun, Fachrul Razi memastikan akan ada 8.200 penceramah bersertifikat untuk semua agama. Sehingga nantinya para penceramah ini memiliki izin dan rekomendasi saat akan menyampaikan dakwah atau khotbah di rumah ibadah.

"Kami buat program penceramah bersertifikat mulai bulan ini. Kami cetak 8.200 orang, semua agama, sukarela, ada gesekan enggak setuju, enggak masalah kami lanjut. Kami kerja sama majelis keagamaan, ormas-ormas dengan BNPT, dengan BPIP, kemudian Lemhannas," pungkasnya. kumparan.com

Subscribe to receive free email updates: