Bela Puan, Ade Armando Ungkap Bukti Sumbar Tidak Pancasilais Versi Dirinya

Soal UU Jaminan Produk Halal, Ade Armando: UU yang Lahir karena Mabuk Agama  - Bagian 1

 Popnesia.com - Pengamat politik Ade Armando membela Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang dihujat warga Sumatera Barat (Sumbar). Dosen Universitas Indonesia tersebut menyebutkan bahwa Puan hanya menyampaikan keprihatinan banyak orang terkait sikap intoleransi yang ditunjukkan pemerintah dan sebagian masyarakat Sumatera Barat.

Sejarah memang menunjukkan bahwa banyak tokoh yang berwatak pluralis dari Sumbar, namun hal itu hanya kisah di masa lalu. Yang kini dipersoalkan adalah apa yang terjadi saat ini.

Tokoh Sumbar yang dimaksud Ade yakni Bung Hatta, Agus Salim, Syahrir, Tan Malaka, Hamka, Natsir, dan Muhammad Yamin.

“Kalau Bung Hatta masih hidup, mungkin dia juga akan khawatir dengan apa yang terjadi di tempat kelahirannya itu. Tanya saja anak dan cucu Bung Hatta tentang Sumatera Barat. Saya duga jawabannya adalah prihatin,” kata Ade

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab itu berarti rakyat Indonesia di seluruh tanah Indonesia harus menghargai hak manusia beradab untuk berbeda, termasuk dalam beragama dan berkeyakinan,” ucap Ade.

“Sila persatuan Indonesia itu berarti kita semua adalah satu keluarga, terlepas dari perbedaan keyakinan dan agama kita,” tambahnya.

Menurut Ade, keputusan Gubernur Sumatera Barat dan mereka yang mendesak agar aplikasi Injil berbahasa Minang dilarang merupakan keputusan yang tidak pancasilais. Sikap anti Pancasila yang sering didengar dari Sumbar adalah penindasan terhadap non muslim.

“Banyak pemuka agama dan adat di provinsi tersebut berdalih bahwa mereka sekadar menegakkan prinsip: adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Yang artinya masyarakat di sana menegakkan adat yang bersendikan syariah, yang berlandaskan Alquran. Ini jelas mengherankan karena mereka seolah menyatakan bahwa Alquran mengajarkan umat Islam untuk memusuhi dan menindas hak umat Kristen untuk beribadat,” ujarnya.bataranews

Subscribe to receive free email updates: