Terungkap Pembisik Anies Yang Nekat Bangun Cagar Budaya kampung Akuarium, Ternyata.....

Ahok: Kampung Akuarium itu Cagar Budaya Jadi Tidak Bisa Dibangun Rumah Susun

Popnesia.com - Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta Angga Putra Fidrian mengklaim kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara bukan kawasan cagar budaya. Padahal, di kawasan Kampung Akuarium terdapat sejumlah benda purbakala peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

Kawasan Cagar Budaya kata Angga hanya sampai di kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Sedangkan Kampung Akuarium berada di luar kawasan cagar budaya.

"(Kampung) Akuarium sendiri belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Sementara kawasan Kota Tua iya (cagar budaya), sehingga pembangunannya harus mengikuti kaidah cagar budaya," kata Angga dalam sebuah diskusi virtual, Senin (24/8/2020).

Menutur Angga, pembangunan Kampung Susun Akuarium tidak bermasalah. Dia memastikan pembangunan rumah susun di Kampung Akuarium tidak melanggar Peraturan Daerah (Perda)  Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail dan Tata Ruang (RDTR). 

"Ketika bicara cagar budaya bukan bangunannya, secara aturan sebenarnya tidak ada pelanggaran yang dilakukan di Kampung Akuarium," tegasnya.

Dalam Perda itu diakui Angga bahwa kawasan Kampung Akuarium memang masuk wilayah merah (P3) atau kawasan milik pemerintah.

"Peruntukan bisa dibangun lewat zonasi P3 sub zona pemerintah daerah, yang di mana rumah susun boleh dibangun," tuturnya.

Kawasan Kampung Akuarium memang sudah lama diteliti oleh para arkeolog. Penelitian itu membuahkan hasil termasuk menemukan benteng peninggalan Belanda yang sudah tenggelam dua meter di bawa permukaan laut.

Tak hanya benteng, di kawasan ini juga ditemukan bangunan Laboratorium Kelautan peninggalan Belanda. Sejumlah benda purbakala telah dievakuasi.

Gara-gara penataan kembali kawasan ini, bekas galian arkelogi di tempat ini juga ditutup. Ke depannya bekas galian itu akan di bangun ruang terbuka hijau.

"Galian bekas studi ekskavasi ditutup kembali dengan pasir dan di atasnya dapat digunakan sebagai ruang terbuka publik atau hijau," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko.[akurat]


Subscribe to receive free email updates: