Elit PKPI Sebut Deklarasi KAMI Din Cs Tak Ada Bedanya dengan Launching Kedai Ayam Bakar

 Din Syamsuddin Cs bentuk KAMI.

Popnesia.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi mengomentari rencana Din Syamsuddin cs mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Senin (18/8/2020).

Menurut Teddy, acara deklarasi KAMI tidak ada bedanya dengan launching kedai ayam bakar. Karenanya tidak perlu bereaksi berlebihan menanggapi gerakan tersebut.

"Din syamsudin cs akan deklarasi KAMI? ya biarkan saja, toh gak ada yang spesial. Gak ada bedanya dengan lauching kedai ayam bakar kok," tulis Teddy di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Senin (17/8/2020).

"Lagian keberadaan mereka selama ini kan sama seperti ketiadaan mereka. Jadi biarkan sajalah..," sindir @TeddyGusnaidi.

Selain tidak spesial, Teddy juga mengungkapkan bahwa jika para tokoh KAMI melakukan pelanggaran hukum, maka aparat keamanan bisa langsung menindaknya.

"Kalau mereka melanggar hukum, ya diciduk.. #Simpel," cuit @TeddyGusnaidi.

Sebelumnya, salah satu deklarator KAMI, Din Syamsuddin mengatakan, deklarasi KAMI akan dilakukan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada pada Selasa (18/8/2020), pukul 10.00 WIB.

Deklarasi KAMI, disebut Din, akan dirangkai dengan perayaan 75 Tahun Kemerdekaan RI, serta peringatan 18 Agustus 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

Din mengklaim, KAMI didukung oleh para tokoh dan figur dari berbagai elemen dan komponen bangsa, mulai dari tokoh lintas agama, cendekiawan, akademisi, profesional, aktivis, buruh, dan angkatan muda, emak-emak.

"KAMI ini betul-betul koalisi yang menghimpun berbagai figur, berbagai tokoh yang ada dalam masyarakat Indonesia. Jadi ini adalah koalisi yang sangat majemuk," ujar Din dalam konferensi daring persiapan deklarasi KAMI, Sabtu (15/8/2020).

Sejumlah nama tokoh yang disebut akan ikut dalam koalisi KAMI antara lain, Rahmawati Soekarnoputri, Rizal Ramli, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Sri Edy Swasono, Rahmat Wahhab, Taufik Ismail, MS. Kaban, Rocky Gerung, Said Didu, hingga pakar hukum Refly Harun.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengungkapkan, dalam deklarasi nanti, KAMI akan mengeluarkan maklumat berjudul "Maklumat Menyelamatkan Indonesia."

Dijelaskan Din, Maklumat Menyelamatkan Indonesia berisi butir-butir keprihatinan KAMI terhadap kondisi negara saat ini, mulai dari bidang ekonomi, politik, sosial, hukum, HAM, hingga sumber daya alam.

"Kami akan menjelaskan pada setiap butir sektor dari kehidupan nasional kita itu, apa yang kami nilai terjadi kerusakan, terjadi penyimpangan dan penyelewengan," ujarnya.

Lanjut Din, di bagian akhir maklumat itu ada delapan tuntutan kepada pemerintah dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada tuntutan kepada penyelenggara negara, kepada pemerintah, bahkan secara spesifik dan tuntuan kepada presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan," pungkasnya.netralnews

Subscribe to receive free email updates: