Soal Luhut vs Said Didu, Muannas Sindir Rocky Gerung Begini


Popnesia.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid mengomentari pernyataan pengamat politik Rocky Gerung soal perkara mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun, Rocky Gerung menilai apa yang disampaikan Said Didu dalam video berjudul 'MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang' merupakan kritik dan itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat di era demokrasi atau yang disebutnya 'vitamin demokrasi.'

Karenanya, Rocky merasa aneh atas sikap pihak Luhut yang membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Rocky menduga kasus Said Didu adalah pesanan untuk mengkriminalisasi dan 'satu paket' dari kecemasan rezim terhadap para pengkritik.

Ia juga menyebut kasus tersebut konyol karena yang dikritik Said Didu adalah posisi Luhut sebagai pejabat publik bukan personal sehingga hukum pidana tidak berlaku dalam masalah ini.

Rocky pun menyoroti pihak Luhut yang memperkarakan Said Didu menggunakan UU ITE. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal UU tersebut telah salah kaprah karena yang seharusnya digunakan untuk persoalan transaksi elektronik tapi dipakai dalam menjerat 'transaksi pikiran.'

Dia kemudian membayangkan akan banyak kekonyolan yang terjadi di persidangan Said Didu nanti, jika perkara hukum dilanjutkan.

Hal itu diungkapkan Rocky dalam video berjudul 'Rocky Gerung: Saya Tidak Dukung Said Didu' yang diunggah di channel YouTube-nya, pada (3/5/2020)

“Jadi pengadilan yang bakal konyol. Begitu proses hukum dimulai, yang saya bayangkan pertama Pak Luhut akan jadi saksi tuh untuk Said Didu. Kan tidak mungkin diwakili kan, karena dia yang melapor," kata Rocky.

Konyol kedua, disebut Rocky, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga harus jadi saksi lantaran namanya juga disinggung oleh Said Didu dalam video yang dipersoalkan pihak Luhut.

"Karena keterangan Pak Said Didu waktu bahwa Pak Luhut sebagai Menko menekan Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan supaya jangan kurangi anggaran investasi untuk relaksasi ekonomi karena Covid-19," ujarnya.

“Ini tentu bakal mengundang tertawaan publik. Jadi orang-orang lagi sibuk benahi Covid-19, tapi ini dua menteri akan saling berdebat di persidangan,” ungkap Rocky.

Lebih jauh, Rocky Gerung menyinggung keterlibatan mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zen sebagai salah satu kuasa hukum Luhut. Menurutnya, sedikit aneh karena Patra dulu selalu mempertahankan kebebasan berpendapat ketika berada di YLBHI.

"Saya dulu penasehat Adnan Buyung Nasution waktu Buyung jadi ketua (YLBHI), jadi Patra itu junior saya. Jadi agak aneh kalau si Patra ini melaporkan hal yang dulu dia pertahanan selama jadi Direktur LBH yaitu kebebasan berpendapat. Tetapi okelah, ada kepentingan apa disitu," tutur Rocky.

Karena itu, Rocky mengaku jika dirinya menjadi saksi ahli Said Didu, maka ia akan 'kuliahi' pengacara Luhut.

"Kalau saya jadi saksi ahli akan saya kuliahin itu si pengacara itu. Enggak begitu saya dulu ajarin pada kalian. Mudah-mudahan saya dipanggil jadi saksi ahli, biar ramai,” ungkapnya.

Mengomentari berbagai pernyataan Rocky Gerung, Muannas Alaidid menyebut kasus hukum yang menjerat Said Didu bukan talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC), di mana Rocky Gerung yang kerap tampil di acara itu bebas ngomong sesuka hatinya.

"Ini bukan talk show ILC anda bisa ngomong sesuka hatinya, Sidang ada aturan, ada hukum acara," tulis Muannas di akun Twitternya, Jumat (8/5/2020).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengingatkan Rocky untuk tidak sok tahu karena delik yang disangkakan terhadap Said Didu bukan cuma penghinaan tapi ada berita bohong atau hoaks.

"Jangan sok tahu delik yang disangkakan Said Didu bukan cuma penghinaan tapi ada berita bohong," cuit @muannas_alaidid.netralnews
   

Subscribe to receive free email updates: