Satu Pelaku Prank Sembako Sudah Diserahkan Ibunya ke Polisi, Orang Tua Ferdian Paleka Janji Ini

Popnesia.com - Youtuber Ferdian Paleka hingga saat ini masih dalam pencarian polisi.

Ferdian Paleka diburu polisi usai melakukan prank sembako berisi sampah.

Video Ferdian Paleka itu pun mendadak viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Aksi Ferdian dan temannya itu bahkan dikecam warganet.

Saat melakukan prank sembako berisi sampah, Ferdian Paleka terlihat bersama dua temannya.

Setelah itu para korban pun melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Dilansir dari Kompas.com, jajaran Polrestasbes Bandung telah mendatangi kediaman Ferdian Paleka.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, timnya sempat mencari Ferdian ke rumahnya di daerah Baleendah.

Namun saat itu Ferdian Paleka sedang tidak ada di rumahnya.

"Sempat juga kita sentuh ke rumahnya, tapi yang bersangkutan tidak ada di situ," kata Galih saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (4/5/2020).

Fedian Paleka diketahui memang warga Baleendah.

Kapolsek Baleendah Kompol Priyono pun membenarkan hal itu.

Ia mengatakan bahwa pada Senin dini hari tadi, tim dari Polrestabes Bandung didampingi Polsek Baleendah dan warga termasuk ketua RW dan RT setempat mendatangi kediaman Ferdian Paleka.

"Betul, tapi kemarin itu bukan penggerudukan warga, tapi ada petugas dari Polrestabes Bandung datang ke rumah pemuda itu (Ferdian). Kami dari Polsek dan warga mendampingi petugas, jadi bukan penggerudukan," ucap Priyono.

Saat itu, polisi tidak berhasil bertemu dengan Ferdian Paleka.

Namun, lanjut Priyono, orang tua Ferdian Paleka berencana membawa anaknya tersebut ke polisi pada hari ini.

"Hari ini orangtuanya janji akan menghadirkan anak itu ke Polrestabes," kata Priyono.

Sementara itu hingga kini sudah ada satu orang yang telah menyerahkan diri ke polisi.

Dia adalah teman Ferdian Paleka berinisial T.

"Alhamdulilah sudah kita amankan satu orang berinisial T," kata kata AKBP Galih Indragiri di Mapolrestabes Bandung.

Galih mengatakan, T diserahkan oleh orangtuanya kepada pihak kepolisian, setelah polisi mendapatkan laporan dari para korban prank tersebut.

"T diserahkan Ibunya ke kita, saat ini kita periksa," kata Galih.

Saat ini, T masih menjalani pemeriksaan untuk kepentingan pengembangan lanjutan, karena masih ada dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam prank itu.

"Ada tiga dalam video itu," ujar Galih.


Saat ini Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung dan Polsek Kiaracondong masih melakukan pengembangan guna mencari pelaku lainnya.

Galih mengatakan bahwa semua yang terlibat dalam pembuatan video tersebut akan diperiksa dan dimintai keterangan.

"Jadi semua yang ada di situ kita periksa. Kita tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, yang akan kita lihat nanti dari substansi pasal-pasal yang ada seperti apa dari masing-masing individu tersebut," kata Galih.

Curhat Korban Prank Ferdian Paleka

Dua korban prank Youtuber Ferdian Paleka telah membuat laporan polisi.

Korban prank merasa sakit hati atas perbuatan dari Ferdian Paleka.

Diketahui bersama Youtuber asal Bandung Ferdian Paleka membuat ulah dengan mengerjai sejumlah waria.

Ia pura-pura membagikan dus berisi makanan, padahal isi dari dus tersebut adalah batu dan sampah.


Korban prank Ferdian Paleka, M, merasa harga dirinya direndahkan atas perbuatan tersebut.

"saya pribadi, saya merasa hargai diri saya direndahkan dengan adanya konten tersebut,

di tengah wabah seperti ini masih ada saja yang jahil," kata M seperti dikutip dari akun Instagram Ketua Sahabat Polisi Indonesia DPC Bandung, David Cahyadi.

M merasa dilecehkan dengan adanya video prank tersebut.

"plus juga direndahkan, harga diri semua, jadi malu," kata M.


Korban lainnya, Sani (36) juga merasa sakit hati.

"Sakit hati, berharap dapat bantuan di tengah wabah, dus saat dibuka malah berisi toge busuk. Saya harap ini ditindaklanjuti pakai jalur hukum," ujar Sani.

Melansir Tribun Jabar, Komunitas transgender atau waria Kota Bandung yang tergabung dalam Srikandi Pasundan mendampingi empat korban prank bantuan isi sampah oleh Youtuber Ferdian Paleka, mendatangi Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (4/5/2020) dini hari.

Kedatangan mereka untuk melaporkan perbuatan Ferdinan Paleka yang dianggap keterlaluan dengan membuat konten pembagian bantuan makanan di dalam dus tapi ternyata isinya sampah.

"Malam ini kami ke sini (Polrestabes Bandung) untuk melaporkan video yang viral. Korban prank ada empat orang. Kami teman-teman waria Bandung support teman-teman yang jadi korban. Empat korban itu yang ada di video," ujar Abel, perwakilan empat korban.

Pantauan Tribun, ada belasan transgender yang mendampingi korban.

Peristiwa pembagian dus itu terjadi di Jalan Ibrahim Adjie pada Kamis (30/5/2020) dini hari.

"Kami dari Srikandi Pasundan yang mendampingi dan mendukung empat orang rekan kami yang jadi korban, menerima bingkisan berisi batu dan sampah," kata Abel.

Abel mengatakan, beredarnya video itu membuat sakit hati banyak orang termasuk teman-teman transgender.

Apalagi, perbuatan itu dilakukan di tengah keprihatinan warga di tengah kesulitan di masa pandemi virus corona.

"Mereka sakit hati. Saya yang tidak di TKP merasa sangat sedih karena di saat pandemi virus corona, sebungkus nasi berarti dan setelah dibuka teman-teman saya, isinya sampah, batu. Harapan saya segera tertangkap pelakunya dan dia jera bikin konten mendiskriminasi transgender di Indonesia," ‎ujarnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com

Subscribe to receive free email updates: