Pria yang Ngamuk Saat Istrinya Diminta Pindah ke Belakang Dijemput Polisi


Masih ingat dengan pria di Bogor yang mencak-mencak ke petugas karena diminta jaga jarak dengan memindahkan posisi duduk istrinya ke bangku belakang mobil?

Pria tersebut adalah Endang (44). Kini, ia baru saja mengikuti pemeriksaan di Mapolresta Bogor Kota atas tindakannya yang kemudian menjadi viral.

Endang dijemput Tim Reskrim Polresta Bogor Kota, sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (4/5) malam. Ia dijemput di kediamannya di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Dalam proses penjemputan itu, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik menerangkan bahwa yang bersangkutan menunjukkan sikap yang kooperatif dan mengetahui kesalahan yang sudah dilakukan.

“Pemeriksaan sudah selesai, yang bersangkutan juga sudah kami pulangkan sambil menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya,” kata Firman saat ditemui di ruangannya, Selasa (5/4).

Masih kata Firman, pasal yang dikenakan kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini adalah pasal 216 KUHP dan Undang-undang nomor 6 tahun 2016. Ancamannya, hukuman maksimal satu tahun dan denda Rp100 juta.

“Ini sebagai contoh kepada masyarakat agar PSBB ini menjadi satu kebijakan pemerintah yang harus dijalankan,” ungkapnya.

Selain itu, di sisa waktu pelaksanaan PSBB tahap II ini, Firman berharap masyarakat mau bekerjasama dan mengikuti instruksi petugas yang ada di lapangan.

“Semua petugas di lapangan itu sudah berdasarkan surat perintah dan aturan yang ada. Karena sedang melaksanakan tugas jadi tolong bekerjasama,” pungkas Firman.

Sebelumnya, seorang pria di Bogor mengamuk kepada petugas yang sedang berjaga di lokasi check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bogor.

Usut punya usut, pria yang mengendarai kendaraan roda empat itu menolak saat diminta petugas memindahkan posisi duduk istrinya ke belakangan.

Insiden tersebut terjadi di check point Simpang Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (3/5).

Saat itu, dari video yang beredar, pria tersebut nampak diberhentikan oleh petugas yang tengah berjaga mengawal PSBB.

Alasan petugas memberhentikan pria tersebut lantaran di sebelahnya duduk sang istri. Padahal, sesuai aturan PSBB, penumpang harus menjaga jarak. Artinya, harus duduk di belakang.

Teguran petugas nyatanya malah membuat pria yang mengendarai mobil tersebut tak terima. Ia kemudian marah-marah sambil berteriak melontarkan kata-kata penolakan.

Tak berhenti sampai di situ, ia pun menyampaikan kekecewaannya soal aturan PSBB yang melarang istrinya duduk di kursi depan di sampingnya dengan alasan menjaga jarak.

Pia itu lalu membandingkan dengan aturan pengendara sepeda motor berboncengan dengan catatan satu tempat tinggal.

“Saya nggak peduli, saya akan bela istri saya. Saya nggak terima. Sampaikan ke Bima Arya. Saya menghormati aturan, tapi saya lebih menghormati aturan Allah. Saya suami harus menghargai istri saya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang. Saya tidur dengan istri saya tidak apa-apa, masa di mobil harus pindah?,” ujar pria dengan kaos hitam dan celana jeans dalam video dengan nada tinggi.

Menurutnya, ia sudah mematuhi imbauan pemerintah dalam mencegah penularan virus corona atau covid-19 dengan mengenakan masker dan menggunakan hand sanitizer.

“Apanya yang salah? Hukum Allah lebih tinggi. Demi Allah akan saya bela,” ungkapnya. (dil/b/fin)

metropolitan,id

Subscribe to receive free email updates: