Kabur dari RS Jakarta, Satu Warga Positif Corona Mudik ke Brebes

 Kabur dari RS Jakarta, Satu Warga Positif Corona Mudik ke Brebes
Popnesia.com - Seorang warga di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dievakuasi petugas Gugus Tugas COVID-19 ke RSUD Brebes untuk diisolasi. Warga ini disebut kabur dan mudik saat menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta.

"Ada laporan dari Jakarta bahwa ada orang (warga Desa Sengon) yang seharusnya dirawat karena positif tapi hilang. Bisa dikatakan melarikan diri dari rumah sakit," kata Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Tanjung, Adhi Supriadi, Senin (25/5/2020).

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, pria berinisial S (44) dilaporkan kabur saat menjalani perawatan di rumah sakit di Kemayoran, Jakarta pada 20 Mei lalu. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini tiba di rumah di Brebes pada 22 Mei pukul 07.00 WIB.

Saat kabur, warga itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan tinggal menunggu hasil swab. Tidak lama, kata Adhi, hasil swab keluar pada 23 Mei 2020 dengan hasil positif.

"Hasil swab keluar dari rumah sakit pada 23 Mei 2020 dan dinyatakan positif COVID-19," ungkapnya.

Dari keterangan yang diperoleh petugas, tiga hari sejak kedatangan di rumah keluarga, pria ini tidak melapor ke petugas Gugus Tugas desa setempat. Bahkan sempat bepergian ke sejumlah tempat.

"Selain menjalin kontak dengan anggota keluarga di rumah, S ini sempat pijat dan mendatangi seseorang untuk membayar utang. Dia juga waktu pulang satu mobil dengan empat penumpang travel lain," terang Adhi.

Berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit itu, Gugus Tugas Kecamatan Tanjung mendatangi rumah S. Petugas kemudian membawa S ke RSUD Bumiayu untuk menjalani isolasi.

Gugus Tugas kemudian menindaklanjuti dengan melakukan tracing di lingkungan desa. Diperoleh keterangan, selama tiga hari tinggal di desa, S sempat keluar dan berinteraksi dengan orang lain selain anggota keluarganya.

"Tadi sudah dilakukan tracking. Kami dapat delapan nama. Tiga orang itu anggota keluarga, dan lima orang lainnya bukan keluarga. Lima orang ini termasuk tukang pijat, tukang becak dan warga desa yang didatangi saat S akan membayar utang," beber Adhi.

Nama-nama ini belum termasuk orang yang satu mobil dengan S saat mudik.

Sementara, untuk mencegah penularan COVID-19 di tengah warga Desa Sengon, Gugus Tugas bekerja sama dengan pihak desa melakukan karantina mandiri terhadap orang-orang yang sempat menjalin kontak dengan S. Selama 14 hari ke depan, mereka diawasi sepenuhnya oleh desa dengan melibatkan anggota karang taruna.

"Kami libatkan semua relawan termasuk karang taruna desa untuk mengawasi. Untuk keperluan makan sehari-hari, dibantu oleh desa. Tadi sudah didrop beras satu karung, telur ayam, mi instan dan buah-buahan. Termasuk gas LPG kita suplai semua," tutur Kepala Desa Sengon, Ardi Winoto.detik.com

Subscribe to receive free email updates: