Terjadi Kembali, Nekat Solatkan Jenazah PDP, 3 Orang Keluarga di Sumsel Positif Terinfeksi Covid-19


Popnesia.com - Sebuah kasus penularan covid-19 atau local transmisi covid-19 karena keteledoran kembali terjadi di Indonesia. 

Jika sebelumnya kejadian ini menimpa keluarga di Kolaka, Sulawesi Tenggara , kini kejadian serupa terjadi di Sumatera Selatan. 

Kala itu salah satu dari keluarga pasien PDP yang meninggal dunia, nekat membawa pulang jenazah dan menyolatkannya di masjid. 

Pihak medis telah berusaha melarang, namun kala itu hasil lab belum keluar sehingga tidak diketahui apakah pasien PDP tersebut positif covid-19. 

Hal inilah yang mendorong keluarga untuk teteap memakamkan jenazah layaknya jenazah lain. Seminggu berlalu, setelah hasil test covid-19 keluar, ternyata jenazah pasien covid-19 tersebut dinyatakan positif terjangkit virus corona. 

Hasilnya setelah memakamkan jenazah PDP tersebut, beberapa anggota keluarga mulai merasa tidak enak badan. 

Setelah menjalani test, ternyata 3 orang dari keluarga tersebut positif terinfeksi virus covid-19. 

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Sumatera Selatan Yusri mengatakan, dari enam kasus baru yang dinyatakan positif, tiga diantaranya merupakan satu keluarga. 

Tiga pasien tersebut yakni, pasien nomor 09 (42) jenis kelamin perempuan, pasien 10 (62) laki-laki dan pasien 11 (60) mereka semuanya tercatat sebagai warga kota Prabumulih Sumatera Selatan. 

"Mereka semuanya keluarga dari kasus sebelumnya yakni pasien 02,"kata Yusri melalui sambungan telepon, Jumat (3/4/2020). 

Pasien 02 diketahui merupakan seorang tenaga kesehatan dan telah meninggal pada Senin (23/3/2020) kemarin. Ia terjangkit virus corona setelah melakukan kunjungan kerja di Batam. 

Menurut Yusri, dengan adanya kasus transmisi lokal, kota Prabumulih telah dinyatakan sebagai zona merah. Mereka pun akan membahas langkah kedepan bersama gugus tugas untuk mengantisipasi penyebaran agar tidak meluas. 

"Kalau meningkat kita akan kaji ulang, bagaimana peningkatan karantina wilayah atau tidak. Soal karantina sebenarnya diputuskan kepala daerah,"ujarya. 

Setelah dinyatakan sebegai zona merah, para pendatang dari kota Prabumulih ke kota lain akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Sejauh ini, di Sumatera Selatan sendiri hanya pendatang dari luar diperiksa secara menyeluruh seperti dari Jakarta dan Bali. 

"Kita lihat perkembangan kasusnya kedepan, kalau perkembangan cepat, akan diusulkan karantina wilayah,"jelas Yusri. 

Diberitakan sebelumnya,kasus pasien positif terpapar virus Corona di Sumatera Selatan meningkat drastis. Dari sebelumnya lima orang, kini menjadi 11 orang. 

Peningkatan jumlah kasus positif tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan Zen Ahmad dalam konfrensi pers virtual, Kamis (2/4/2020). 

Zen mengatakan, ada penambahan sebanyak enam kasus pasien positf baru yang mereka temukan. 

Adapun enam yang dinyatakan positif tersebut adalah, pasien 06 (36) jenis kelamin perempuan warga Palembang dengan status kasus import, kemudian pasien 07 (20) seorang perempuan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan status kasus import, kemudian pasien 08 (44) Laki-laki asal Jakarta dengan status Import. 

Pasien nomor 09 (42) jenis kelamin perempuan asal kota Prabumulih dengan status kasus lokal, pasien 10 (62) laki-laki asal kota Prabumulih status kasus lokal dan terakhir pasien 11 (60) perempuan asal kota Prabumulih dengan status kasus lokal. 

"Memang kasus kita meningkat oleh karena petugas kita dari Dinas Kesehatan melakukan tracing dari pada kasus yang ada. sehingga terjadi peningkatan,"kata Zen. sorona.id


Subscribe to receive free email updates: