Sebelum Meninggal Petinggi PAN Sumut Sempat Bercanda Soal Virus Corona di Facebook


Popnesia.com - Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (COVID-10) yang dinyatakan meninggal dunia itu adalah Suhandi Andhiq.

Beliau adalah petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara.

Kiprah Suhandi Andhiq dalam mengembangan dan membesarkan nama partai tak perlu dipertanyakan lagi, beliau terakhir menjabat sebagai Ketua Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK) PAN Sumut.        

Siapa menyangka sebelum pergi untuk selama-lamanya Suhandi Andhiq sempat bergurau soal corona di akun media sosial miliknya.

Namun candaan itu berbalut kasih sayang terhadap istri yang dicintainya yang dianggapnya 'corona (karena) kamu, bintang di hatiku'.

#Corona

Saya : Gara-gara mama, sekarang papa kena Corona

Istri : lho.. koq gara-gara mama, kan papa yg sering keluar, mama kan dirumah aza

Saya : ya itula.... Kan... Corona kamu, bintang dihatiku, takkan ada yang lain, sanggup goyahkan rasa cintaku...Pada mu......

Istri: --Emoticon penuh cinta--

Suhandi Andhiq masih sempat membalas satu persatu komentar yang masuk ke dalam akunnya dari para sahabat dan rekan-rekannya.

Bahkan dari rekannya Jufri Hidayat menyebut kalau Suhandi Andhig sebagai calon kuat Wakil Wali Kota Medan yang bakal maju dalam kontestasi Pilkada Serentak mendatang.

Suhandi pun tanpa sunkan menjawab rekannya supaya harapan itu bisa terkabul dan meminta doa dari Jufri Hidayat. "Aamiin ya rabbal alamiin, Mohon doa nya ya ustadz," tulisnya.

Sejak 19 Maret 2020 kemarin, tak ada lagi komentar dari Suhandi. Dia tampak senyap, tanpa menjawab pertanyaan atau sekedar berkomentar lagi. 

Namun takdir berkata lain, politisi PAN itu telah pergi selama-lamanya. Bukan ucapan selamat yang datang namun duka cita yang membanjiri akun Facebooknya.

Mereka tidak menyangka akan kepergian Suhandi Andhig yang begitu cepat akibat wabah virus corona yang sangat mematikan pada Senin (30/3/2020) kemarin.

Bahkan Kompol Faidir Chaniago yang polisi yang heboh di dalam video yang viral ingin segera memakamkan kader PAN itu karena corona jug mengucapkan belasungkawa dan berdoa semoga rohnya hustul khotimah.

"Innalillahi wa innailahi rojiun,selamat jalan saudaraku,semoga engkau husnul khotimah amin yra," tulis Faidir.

Total ada empat orang yang meninggal terkait Corona di Sumut. Dua di antaranya berstatus positif Corona, sedangkan dua lainnya masih PDP.

Heboh di Media Sosial

Kepergian politisi PAN, Suhandi Andhiq sempat menghebohkan media sosial. 

Pasalnya Edi Saputra kolega almarhum di PAN sempat tidak terima agar memakamkan jasadnya langsung, tanpa harus disemayamkan di rumah duka sesuai standar operasiol prosedur (SOP) pasien meninggal akibat corona.

Video Edi Saputra yang merupakan Anggota DPRD Medan menentang polisi untuk menjalankan SOP itu sempat menjadi viral di media sosial sejak Senin (30/3/2020) kemarin.

Pasalnya, politisi PAN itu marah-marah kepada petugas polisi saat mengunjungi jenazah Suhandi Andhiq, PDP Covid 19 meninggal dunia di RS Madani Medan. 

Saat mengunjungi rumah duka di Jalan Air Bersih Medan, Edi Saputra memarahi polisi dari Polsek Medan Area karena pihak kepolisian melarang almarhum disalatkan. Pihak Polsek Medan Area meminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah duka.

"Cara abang itu salah, nanti abang kutuntut," ucap Edi Saputra sambil menunjuk anggota kepolisian, seperti dalam video yang beredar di media sosial.

Bahkan seorang pria berbaju ASN Pemko Medan diancamnya, dan mengatakan akan dipanggilnya ke RDP DPRD Kota Medan, karena tidak mendukungnya.

Karena pihak kepolisian yang bertugas menyampaikan bahwa mereka akan tetap melakukan tugasnya, Edi Saputra pun tetap bersikeras menentang.

"Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu, jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (corona), kalian aja polisi," teriaknya.

Ia pun menuturkan bahwa dia tidak takut mati dan menyatakan bahwa negara ini sudah tidak betul lagi, lantaran hendak melakukan pemakaman sesuai SOP PDP Covid-19 pada pasien tersebut.

Bahkan dia menantang supaya polisi memberinya Virus Corona, untuk dia telan, sebagai bukti bahwa dia tidak takut sama virus corona dan kematian.

"Sini virus coronanya, biar saya telan," ujarnya dalam video tersebut.   

Indozone.com

Subscribe to receive free email updates: