Rocky Gerung Sindir Ganjar Pranowo Hadapi Corona, Sahabat Ahmad Dhani: Jangan Dengar Pemerintah


Popnesia.com - Bintang ILC TV One menyindir pola pikir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menyikapi perang melawan Virus Corona.

Rocky Gerung yang selama ini dikenal sebagai sahabat Ahmad Dhani ini, menilai cara berpikir Ganjar Pranowo tidak tepat. Khususnya terkait dengan tim medis yang menangani Covid-19.

Awalnya, Rcoky Gerung ditanya Hersubeno Arief tentang bagaimana caranya menjaga akal sehat di tengah situasi lockdown.

"Bagaimana menjaga akal sehat di tengah lockdown," tanya Hersubeno Arief.

Rocky Gerung kemudian menjawab satu di antara caranya adalah dengan tidak mendengarkan informasi dari pemerintah.

"Tutup telinga dari semua informasi pemerintah. Karena sering informasi dari pemerintah yang bikin kacau reaksi publik," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung sendiri punya alasan mengapa informasi dari pemerintah tidak perlu didengar.

"Karena semua yang diinformasikan pemerintah standar. Semua orang sudah tahu. Tapi sering kali justru ditambah-tambahkan sehingga jadi kacau," kata Rocky Gerung.

Ia kemudian memberi contoh soal apa yang akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

lihat foto 

 Rocky Gerung sindir Ganjar Pranowo

"Saya kasih contoh ya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyiapkan Taman Makam Pahlawan untuk para medis yang ada di garis depan. Jadi akal sehat saya mengatakan dia menginginkan kematian apa, orang protes," tegas Rocky Gerung.

Namun, Rocky Gerung menyadari sebenarnya Gubernur Ganjar Pranowo punya niat baik.

"Sebetulnya ada dua hal di situ, Ganjar mungkin punya niat baik. Tapi kalkulasi akalnya itu kurang bagus sehingga orang menganggap loh mestinya Anda siapkan supaya orang tidak di Taman Makam Pahlawan. (tim medis) Tidak menjadi jenazah karena mereka urus orang sakit. Masa disiapin Makam Pahlawan," ujar Rocky Gerung.


     
  * Akui Di-bully soal Wacana Taman Makam Pahlawan bagi Tenaga Medis, Ini Penjelasan Ganjar 

Rencana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat Taman Makam Pahlawan (TMP) menjadi lokasi pemakaman bagi tenaga medis yang gugur karena virus corona atau Covid-19 mendapat kritikan. 

Ganjar pun mengakui dirinya mendapat perundungan (bully) di media sosial. 

Dia dirundung setelah memberikan respons kepada akun yang mengkritiknya. 

Ganjar tidak menduga rencana pembuatan TMP membuat ramai media sosial, bahkan membuat dirinya dirundung. 

"Saya tidak menduga kalau jadi ramai dan saya di-bully. Niat kita sebenarnya baik," kata Ganjar di Semarang, Senin (13/4/2020). 

Mengetahui dirinya jadi pembahasan di Twitter, Ganjar membantah terbawa perasaan (baper). 

"Jangan ada yang mencaci maki, menjelek-jelekan. Kalau enggak suka sama Ganjar enggak apa-apa. Saya tidak baper jangan khawatir, tapi I do my best untuk menghormati para perawat itu," kata dia. 

Pikirkan APD, bukan makam 

Kritikan awalnya datang, salah satunya dari seorang dokter yang diketahui bernama Berlian Idris melalui kicauan di akun twitter pribadi @berlianidris. 

Dokter tersebut meminta Ganjar untuk lebih memikirkan ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang semakin menipis. 

"Ini sungguh menyakitkan. Kami ingin selamat pak @ganjarpranowo, tidak ada yang ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlalwan. Tolong lindungi tenaga kesehatan secara maksimal, jangan dulu bicarakan di mana kami akan dimakamkan," tulisnya menanggapi berita soal usulan Taman Makam Pahlawan (TMP) bagi tenaga medis yang meninggal dunia. 

Ganjar yang membaca cuitan tersebut lalu membalas dengan meminta nomor telepon via direct message (DM). 

"Boleh minta nomor telepon Anda? Silakan DM (Direct Message), saya telepon sekarang," ucap Ganjar.

Ternyata jawaban Ganjar tersebut juga menjadi ramai di twitter karena sang gubernur dianggap baper. 

Bahkan sempat muncul tagar #DenGanjarBaper di twitter dan menjadi trending. 

Sudah siapkan APD 

Politikus PDI Perjuangan itu juga menjelaskan konteks rencana pembuatan TMP itu terkait dengan penolakan pemakaman jenazah perawat yang terjadi beberapa waktu lalu. 

"Maaf bukan kami mendoakan mereka (tenaga medis) untuk dikuburkan. Jadi jangan salah terima dulu. Maka kalau kita bicara soal like and dislike kita gak mau klarifikasi ya informasi akan berbelok-belok terus," ungkapnya. 

Terkait APD yang disebut-sebut dokter Berlian, Ganjar memastikan selalu memantau ketersediaan APD di rumah-rumah sakit. 

"APD semua terpenuhi, yang kurang hanya masker N95. Ada juga bantuan sebanyak 10.000 masker N95 dalam waktu dekat. Gerakan ini semuanya bekerja mulai dari pemerintah dan masyarakat," papar Ganjar. 

Usulan bintang jasa dan TMP 

Sebelumnya, Ganjar mengusulkan agar tenaga kesehatan yang meninggal karena positif corona akan dimakamkan di TMP.

Hal tersebut dilakukan sebagai penghormatan kepada tenaga kesehatan yang rela bertaruh nyawa untuk mengurusi pasien Covid-19. 

"Kalau ada area eksisting di Taman Makam Pahlawan, maka bisa dipakai. Tapi kalau sudah penuh, kita bisa membuat tempat khusus baru yang dikasih nama Taman Makam Pahlawan khusus untuk mereka," kata Ganjar di Semarang, Sabtu (11/4/2020) 

Namun ternyata administrasi untuk mengurus pemakaman di TMP tidak mudah. 

Orang yang meninggal harus terlebih dahulu mendapatkan bintang jasa agar bisa dimakamkan di TMP. 

Maka dari itu, Ganjar juga telah mengusulkan agar tenaga kesehatan diberi bintang jasa. 

“Kemarin saya usulkan, mereka para dokter, perawat dan tenaga medis yang meninggal dalam perjuangannya melawan Covid-19 dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Ternyata itu administrasinya tidak mudah, harus ada bintang jasa. Maka saya usulkan dokter, perawat, tenaga medis di seluruh Jateng yang menangani Covid-19 untuk mendapatkan bintang jasa,” kata Ganjar di Semarang, Senin (13/4/2020). 

Pos Kupang

Subscribe to receive free email updates: