Data Positif Korona Berbeda, Yurianto Ingatkan Pemprov DKI Begini


POpnesia.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona (covid-19) Achmad Yurianto tak menampik adanya perbedaan data pasien positif korona antara tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 dan Pemprov DKI. Perbedaan data itu terjadi akibat Pemprov DKI telat melaporkan hasil pemeriksaan ke pemerintah pusat.

"DKI itu belum melaporkan pemeriksaan Eijkman ke pusat," kata Yurianto kepada Medcom.id, Sabtu, 11 April 2020.

Eijkman merupakan lembaga penelitian biologi molekuler yang berada di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi. Menurut Yurianto, Eijkman lebih dulu menyampaikan hasil pemeriksaan ke website ketimbang pemerintah pusat. Ini yang membuat adanya ketimpangan data. 

"Dia (Eijkman) melaporkan ke webnya, setelah itu begitu kita tanya ternyata belum lapor ke pusat," ujar Yurianto.

Pemerintah pusat kini sedang mendalami laporan pemeriksaan dari Eijkman. Hal ini untuk penyetaraan data penyebaran korona di Indonesia.

"Yang belum dilaporin itu pemeriksaan Eijkman saat ini sedang ditelusuri," tutur Yurianto.

Per Jumat, 10 April 2020, jumlah kasus positif korona di Indonesia mencapai 3.512 orang. Pasien yang sembuh dan sudah dipulangkan sebanyak 282 orang, dan 306 pasien meninggal.

Berdasarkan data gugus tugas, kasus positif korona di DKI Jakarta masih yang tertinggi dengan 1.753 orang. Sedangkan, data Pemprov DKI menunjukkan jumlah pasien korona di Ibu Kota mencapai 1.182 dan masih menjalani perawatan. Kemudian, 430 orang melakukan self isolation (isolasi mandiri) di rumah dan 843 orang menunggu hasil laboratorium.medcom

Subscribe to receive free email updates: