Waduh! Pasien Suspect Corona Ini Ditelantarkan di RS Pasar Minggu yang Dikelola Anies Baswedan

Waduh! Pasien Suspect Corona Ini Ditelantarkan di RS Pasar Minggu yang Dikelola @AniesBaswedan
Popnesia.com - Kekhawatiran akan paparan virus corona tak hanya terjadi di ruang-ruang publik. Di kamar isolasi rumah sakit yang menjadi rujukan Pemprov DKI Jakarta pun tetap ada.

Bahkan, ancamannya nyata di depan mata.

Hal ini terlihat dari kondisi ruang isolasi RSUD Pasar Minggu yang dikelola oleh Anies Baswedan, pada Minggu (15/3/2020) malam yang penuh dengan pasien suspect virus corona.

Seperti yang diceritakan oleh Muhammad Fachri Muchtar (FM) di akun twitter miliknya @fmuchtar_

Bukan tanpa sebab, FM membagikan pengalaman dirinya saat menjalani pengobatan setelah dinyatakan dokter sebagai pasien suspect virus corona. Kisah FM ini viral setelah dibagikan melalui Twitter.

“Gue resah dengan kondisi sata ini, gue pengen speak up sebagai pasien suspect Covid-19. Gua akan cerita tentang pengalaman gua sebagai pasien di salah satu RS Rujukan di Jakarta dan keresahan gua terkait corona,” tulis FM, seperti dikutip Suara.com, Selasa (17/3/2020).

 FM, atas inisiatif sendiri, baru-baru ini kembali memeriksakan kondisi fisiknya ke sebuah rumah sakit rujukan, setelah mengalami beberapa gejala seperti lemas, demam, batuk, sesak napas dan tenggorokan.

Sebelumnya, ia sempat dirawat di ruang isolasi IGD dan beberapa waktu melakukan karantina mandiri di rumah. Ia pun rutin mengonsumsi obat yang diberikan dokter.

Namun karena kondinya tak kunjung membaik, ia kembali ke rumah sakit. Sampai di sana, ia mengaku langsung masuk IGD untuk menjalani sejumlah prosedur pemeriksaan.

FM kemudian dibawa ke ruang dekontaminasi yang di dalamnya ada sejumlah pasien.

“Habis gua rontgent paru, gua dipindahkan lah ke ruang dekontaminasi, itu isinya orang batuk semua. Pokoknya batuk, mau dia terindikasi corona atau enggak digabung disitu. Satu ruangan bisa berisi 4-5 orang dengan ukuran ruangan yang gua kira paling 2×3 meter,” ungkapnya.

“Di ruangan itu, ada 3 pasien tidur di ranjang pasien dan 2 orang duduk di kursi roda karena ga muat.”

“Nah, setelah nunggu beberapa jam (mungkin sekitar 1-2 jam), gua dikabarkan kalo gua adalah pasien suspect Covid-19 berdasarkan gejala dan riwayat perjalanan gua. Akhirnya gua dipindahkan ke ruang khusus isolasi pasien Covid-19.”

“Selain gua, ada satu lagi seorang bapak yang juga dipindahkan karena beliau sama kaya gua, pasien suspect covid-19.”

“Mau tau gimana kondisi ruangannya? ruangan isolasi ini diisi sama 6 orang pasien dengan kriteria sakit beda-beda. Mulai dari yang keliatan sehat sampe yang batuknya sering tuh ada, dicampur di ruang itu. 

https://amp.kompas.com/megapolitan/read/2020/03/16/08104271/satu-malam-berkerumun-di-ruang-isolasi-rsud-pasar-minggu selengkapnya lu bisa baca berita kompas itu.”

“Oiya, di ruangan itu cuman ada 3 bed kasur, sedangkan pasiennya ada 6. Jadi terpaksa sebagian harus duduk di kursi roda. Gua sendiri duduk di kursi roda dari di ruang dekontaminasi sampe baru dapat kasur tadi pagi.”

“Lanjut ya, dari 6 orang tersebut, 2 diantaranya malam itu langsung dirujuk ke RS Rujukan yang lain. Sedangkan sisanya menunggu kamar isolasi rawat inap kosong atau ada RS Rujukan lain yang mau nerima, sedangkan kondisinya semua RS Rujukan tuh penuh.”

melekpolitik.com

Subscribe to receive free email updates: