Rocky Gerung Dianggap Menghasut Tak Setuju Ibu Kota Negara di Kaltim, Ketua DPRD Kaltim Bereaksi


Popnesia.com - Rocky Gerung dianggap menghasut tak setuju Ibu Kota Negara di Kaltim, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK bereaksi 

Diskusi Politik dan Ekonomi Kita, Hari Ini dan Nanti dalam momentum acara Irwan Legislative Club (ILC), pada Minggu (1/3/2020), malam, di Hotel Harris Samarinda diwarnai debat narasumber. 

Rocky Gerung sebagai salah satu narasumber dari 8 orang narasumber pada acara ini, terlibat debat dengan Ketua Aspsiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo, juga dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Makmur HAPK. 

Pernyataan Rocky soal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim memiliki banyak kesalahan menuai respon dari beberapa narasumber di acara tersebut. 

Tapi, ada dua orang narasumber tersebut yang langsung memotong argumentasi Rocky Gerung saat menyatakan itu dalam acara yabg baru selesai, pada pukul 23.30 Wita, kemarin malam itu. 

Pertanyaan soal mengapa Kalimantan Timur (Kaltim) hanya menjadi IKN bagi Indonesia. 

Tapi, bukan menjadi ibu kota bagi seluruh makluk di bumi menjadi ajang perdepatan. 

Dengan kata lain, Rocky Gerung mencoba mempertanyakan urgensi pemindahan IKN. 

“Saya sangat setuju kalau Kaltim menjadi ibu kota. Tapi, menjadi ibu kota riset. Bukan ibu kota untuk transaksi antar partai, untuk perpindahan koruptor dari Jakarta ke Kaltim untuk transaksi,” ujarnya kala menyampaikan pernyataan sebelum didebat. 

“Kaltim sebagai tempat penelitian biodiversity, sebagai ibu kota paru-paru dunia, ibu kota bagi para makhluk hidup dunia. 

Itu sebenarnya yang kita mau. Tapi, ini bukan ditanam pohon malah ditancap beton,” lanjutnya. 

Belum lagi saat Rocky Gerung bercerita tentang semua study tentang IKN baru dilakukan setelah penetapan. 

Ada logika keliru, dikatakan olehnya, yang dilakukan oleh pusat kekuasaan, yakni presiden. 

“Itu jelas salah. Harusnya studi soal lingkungan itu dilakukan sejak awal. Sebab, study itu dilakukan untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan. Tapi, ini dilakukan belakangan. Dimana logikanya,” tegasnya. 

“Kalau Jakarta akan tenggelam karena banjirnya, Kaltim akan tenggelam dengan arogansi politik,” tutup Rocky kala ditanya prasenter kala memotong pernyataan Rocky Gerung yang dianggap kontra pemindahan IKN. 

Mendengar pernyataan itu, sempat pula Ketua Apondo Kaltim Slamet Brotosiswoyo meminta Rokcy agar tidak menghasut masyarakat Kaltim untuk menolak kehadiran IKN. 

Sebab, kesempatan masyarakat Kaltim untuk sejahtera ada di sana. 

“Saya minta Bung Rocky jangan seperti itu. Menghasut masyarakat untuk menolak. 

Semisal Rocky Gerung ini jadi presiden, saya mau tanya, apa yang anda akan lakukan,” tandasnya. 

Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK pun angkat bicara, kawasan penetapan lokasi IKN berada diatas lokasi HTI milik negara. 

Dimana, di atas kawasan tersebut pun tidak semua memiliki lokasi keberadaan pohon-pohon besar yang dimaksudkan Rocky. 

“Saya ini turun ke lapangan, Bung Rocky. Tidak semua yang anda maksudkan itu benar. 

Di lokasi pembangunan IKN itu sudah tidak banyak lagi pohon-pohon besar. Mungkin, kalau anda melihat dari atas ada sedikit hutan, itu di Berau,” tuturnya. 

Sebaliknya, anggota DPR RI Dapil Kaltim Irwan yang juga menjadi narasumber, sangat senang dengan adanya pandangan pihak yang tidak setuju dengan pemindahan IKN di Kaltim. Bahkan, ia mengaku tidak khawatir dengan pandangan tersebut. 

“Tidak apa-apa. Itu malah bagus. Itu memberikan pengayaan wawasan kita. Saya malah senang. Malah saya yang mengundang Rokcy hadir. 

Harusnya, Gubernur Kaltim Isran Noor hadir untuk mendengarkan. Semoga saja, melalui media beliau melihat acara malam ini,” tutupnya. (*) 

tribun Kaltim

Subscribe to receive free email updates: