Profesor & Depkes Singapura Sebut Tak Perlu Pakai Masker Kalau Tidak Sakit

Profesor & Depkes Singapura Sebut Tak Perlu Pakai Masker Kalau Tidak Sakit
Popnesia.com - Virus Corona atau COVID-19 yang telah menyebar di berbagai negara dunia telah menjadi pandemi mematikan. Jumlah kasus dan korban kematian terus dikonfirmasi setiap waktu dari belahan benua mana pun.

Namun, para praktisi kesehatan memperingatkan untuk tidak perlu panik dalam membeli stok masker, utamanya masker jenis N95 yang biasa digunakan untuk petugas medis rumah sakit.

Menurut wawancara Forbes dengan seorang spesialis pencegahan infeksi, masyarakat dunia tidak perlu memakai masker jika tidak dalam kondisi sakit, masker yang digunakan sebagai perlindungan diri hanya dipakai untuk mereka yang sakit. Memakai masker dalam kondisi badan sehat justru dapat meningkatkan risiko infeksi.

"Jika Anda tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah melepas masker, Anda bisa meningkatkan risiko," kata Eli Perencevich, profesor bidang kedokteran dan epidemiologi.

Dia mengatakan, hanya orang sakit yang perlu memakai masker untuk mencegah virus agar tidak ditularkan kepada orang lain.

Mengenakan masker juga dapat meningkatkan risiko infeksi karena lebih banyak bersentuhan dengan wajah. Mereka akan lebih sering menyentuh wajah mereka meskipun tanpa sadar.

Penggunaan masker pun tak akan menjamin mereka terhindar dari virus karena masker memungkin partikel kecil untuk masuk, apalagi penggunaan masker yang tidak tepat atau tidak membuang masker dengan benar dapat meningkatkan risiko infeksi lebih.

Perencevich juga memperingatkan masyarakat untuk tidak panik dalam membeli dan menimbun masker secara berlebihan. Hal ini justru membuat petugas medis kekurangan suplai masker yang sangat dibutuhkan dalam penanganan pasien virus Corona.

Masalah mengenai penggunaan masker kepada orang yang tepat juga telah dibahas oleh pakar di Singapura. Menurut departemen kesehatan Singapura, mereka yang dalam kondisi tidak sehat yang harus memakai masker.tempo.co

Subscribe to receive free email updates: