Masjid Jami Kebon Jeruk Tetap Gelar Salat Jumat, HASIL Rapid Test Tiga Jemaah Positif Suspect Covid-19

HASIL Rapid Test di Masjid Jami Kebon Jeruk, Tiga Jemaah Dipastikan Suspect Covid-19
Popnesia.com - Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tetap menggelar salat Jumat secara normal sebagaimana biasanya, di tengah kondisi Jakarta yang rawan penyebaran corona virus. 

Pengurus Masjid Jami sekaligus pengurus Tim Tasykil Jemaah Tabligh, Dahlan Siregar, menegaskan itu.  

Katanya, tak ada yang berubah pada pelaksanaan salat Jumat di Masjid Jami, termasuk tak ada tata saf tertentu agar jemaah tak saling bersentuhan. 

“Untuk salat Jumat kita masih. Nggak ada (tata saf, tetap rapat). Sama saja. Biasa. Normal,” ungkap Dahlan kepada kumparan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (19/3). 

Namun, menurut Dahlan, pihaknya akan melakukan upaya untuk meminimalisir penyebaran corona di masjid. Caranya yaitu dengan menutup sejumlah pintu masuk, dan hanya menyediakan satu pintu masuk dan keluar bagi jemaah. 

Di Simpang Jalan

Untuk mencegah penularan corona, pemerintah Jokowi bisa menetapkan lockdown parsial alih-alih total. Area yang dikunci misalnya Jabodetabek. Bagaimana skenarionya? Simak selengkapnya di collection ini dan subscribe agar dapat notifikasi story baru.

Dengan begitu, kata Dahlan, pihaknya bisa memantau jemaah yang masuk-keluar masjid, kalau-kalau ada yang terpantau sakit dan mesti mendapat perhatian khusus. 


“Jadi kita sesuai musyawarah dari pengurus masjid, kita maksimalkan, maksudnya, nggak terlalu ini lah. Contoh kan pintu ada tiga, satu aja yang kebuka. Yang pintu utama itu ketutup dikunci. Jadi orang nggak masuk dari situ. Hanya satu pintu. Dari pintu inilah kita lihat orang keluar-masuk,” tuturnya. 

Lebih jauh, Dahlan mengatakan saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan penerapan alat pengecek suhu di Masjid Jami, sebagai bagian dari upaya meminimalisir penyebaran corona. 
“Sementara belum (alat pengukur suhu tubuh-red). Rencana memang ada nanti,” katanya. 

Upaya lain, tambah Dahlan, hari ini Masjid Jami juga sudah disemprot disinfektan, demi memastikan areal masjid tak terpapar corona. 

“Tadi kan dari pihak koramil, Babinsa, polsek, kelurahan, pagi tadi jam 9 ada penyemprotan,” pungkasnya. 


Diketahui, Jakarta saat ini sudah terpapar corona secara hampir merata. Bahkan, menurut Gubernur DKI Anies Baswedan, virus sudah hadir di semua kecamatan. 

“Bahwa kita hampir semua kecamatan ada kasus sekarang," ungkap Anies di Balaikota, Jumat (13/3). 

Sebelumnya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan imbauan maupun fatwa kepada masyarakat terkait peribadatan di masa pandemi corona. 

DMI mengimbau agar, jika tetap digelar salat berjamaah di masjid, tata shaf harus diatur agar satu sama lain saling berjarak (tidak rapat). 

Sementara MUI, lebih tegas lagi, meminta agar masyarakat di wilayah dengan potensi penyebaran corona yang tinggi tidak melakukan salat secara berjamaah di masjid. 

Lantas, di mana wilayah dengan penyebaran tinggi itu? Jawabannya adalah Jakarta.kumparan.com

HASIL Rapid Test di Masjid Jami Kebon Jeruk, Tiga Jemaah Dipastikan Suspect Covid-19

SEJUMLAH jemaah di Masjid Jami Kebon Jeruk, Maphar, Tamansari, Jakarta Barat, sudah menjalankan rangkaian rapid test Covid-19.

Hasilnya, tiga jemaah dipastikan suspect Covid-19.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, tes tersebut dilangsungkan pada Kamis (26/3/2020) sore.

Sebanyak 191 jemaah yang terdiri dari 80 Warga Negara Asing (WNA) dan 111 Warga Negara Indonesia (WNI), menjalankan rapid test di masjid yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat itu.

Pelaksanaan rapid test dilakukan di bawah Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

Lewat hasil rapid test itu ditemukan tiga WNI tersuspect Covid- 19.

Mereka adalah AZ dari Langsa, Aceh; MJ dari Aceh; dan BH dari Medan, Sumatera Utara.

"Sedangkan WNA untuk sementara ini belum ada yang suspect," kata Rustam saat dihubungi, Jumat (27/3/2020).

Mereka yang suspect sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalankan isolasi.

Sedangkan ratusan jemaah lain yang masuk ke dalam status Orang dalam Pemantauan (ODP) diisolasi di masjid tersebut.

Nantinya, masjid itu akan dijaga oleh 10 anggota TNI, 10 anggota polisi, dan 10 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Selama 14 hari para jemaah tidak boleh keluar masjid sekalipun untuk mencari kebutuhan pokok.

"Dukungan makan dan minum untuk jemaah yang terisolasi dalam masjid akan didukung oleh Dinas sosial," kata Rustam.

Rapid test sudah masuk ke wilayah Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020).


Penyelenggaraan test covid-19 itu dilakukan secara jemput bola serempak di seluruh kecamatan Jakarta Barat.


Source : Wartakotalive

Subscribe to receive free email updates: